Islami

Ramadhan 2026: Kemenkes Ingatkan Pentingnya Gizi Seimbang untuk Sahur Anak Kos Tanpa Masak

Advertisement

Bulan Ramadhan selalu menghadirkan ritme baru dalam kehidupan, termasuk bagi anak kos yang jauh dari rumah. Dini hari, mata masih berat, sementara dapur seadanya kerap menjadi tantangan untuk menyiapkan sahur.

Padahal, sahur memegang peran penting dalam menjaga stamina selama berpuasa. Dalam sejumlah literatur gizi, sahur dianjurkan mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup agar energi bertahan lebih lama sepanjang hari.

Kabar baiknya, sahur tidak selalu identik dengan menu rumit. Dengan pilihan bahan yang tepat, anak kos tetap bisa menyiapkan hidangan praktis, bergizi, dan mengenyangkan tanpa ribet. Berikut ide menu sahur tanpa masak yang bisa menjadi penyelamat selama Ramadhan.

Pentingnya Asupan Gizi Seimbang saat Sahur

Dalam buku Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi karya Prof. Dr. Hardinsyah, dijelaskan bahwa tubuh memerlukan kombinasi karbohidrat sebagai sumber energi utama, protein untuk mempertahankan massa otot, serta serat untuk menjaga kestabilan gula darah dan rasa kenyang lebih lama. Prinsip ini relevan diterapkan saat sahur.

Sementara itu, dalam Pedoman Gizi Seimbang terbitan Kementerian Kesehatan RI, disebutkan bahwa pola makan saat puasa sebaiknya tetap memperhatikan keberagaman pangan dan kecukupan cairan agar tubuh tidak mudah lemas. Artinya, meski tanpa kompor, sahur tetap bisa disusun dengan komposisi yang tepat.

7 Ide Menu Sahur Praktis Tanpa Masak

1. Abon dan Nasi Hangat: Praktis, Tahan Lama

Abon sapi, ayam, atau ikan menjadi salah satu stok wajib anak kos. Selain awet hingga berminggu-minggu dalam wadah kedap udara, abon tidak memerlukan proses pemanasan.

Cukup siapkan nasi hangat baik dari rice cooker kecil atau nasi yang sudah ditanak sebelumnya, lalu taburkan abon di atasnya. Rasanya gurih, penyajiannya cepat, dan tetap memberi asupan protein hewani. Untuk variasi, abon juga bisa dipadukan dengan roti tawar sebagai menu sahur alternatif saat nasi habis.

2. Sereal dan Susu UHT: Cepat dan Bernutrisi

Sereal menjadi solusi instan yang tetap memperhatikan nilai gizi. Kandungan karbohidrat kompleks dan serat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Dipadukan dengan susu UHT, tubuh juga mendapatkan asupan protein dan kalsium. Menu ini hanya membutuhkan mangkuk dan sendok. Pilih sereal rendah gula agar energi lebih stabil dan tidak cepat turun di siang hari.

3. Roti Gandum, Selai, dan Keju: Energi Instan

Roti tawar gandum kaya serat dapat menjadi pilihan sahur praktis. Oleskan selai kacang untuk tambahan protein nabati, atau tambahkan keju sebagai sumber lemak dan protein.

Dalam buku Gizi dalam Daur Kehidupan karya Hardinsyah dan Supariasa, dijelaskan bahwa kombinasi karbohidrat dan protein pada waktu makan membantu memperlambat rasa lapar. Roti gandum dan selai kacang adalah contoh sederhana penerapan prinsip tersebut. Menu ini mudah disimpan dan tidak memerlukan persiapan khusus, cocok bagi anak kos dengan mobilitas tinggi.

4. Oatmeal Instan: Serat Tinggi Penahan Lapar

Oatmeal instan cukup diseduh air panas atau susu hangat. Dalam hitungan menit, sahur siap disantap. Kandungan beta-glukan dalam oat dikenal mampu membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Advertisement

Tambahkan irisan pisang, madu, atau kismis agar cita rasa lebih variatif sekaligus menambah asupan vitamin dan mineral. Menu ini sering direkomendasikan karena kandungan seratnya membantu menjaga kestabilan energi selama puasa.

5. Lauk Kering Tahan Lama: Kering Tempe, Teri Krispi, Kentang Mustofa

Bagi yang tetap ingin sahur dengan nasi, lauk kering seperti kering tempe, teri krispi, atau kentang mustofa bisa menjadi pilihan. Disimpan dalam wadah kedap udara, lauk ini dapat bertahan lama tanpa perlu dipanaskan.

Rasanya gurih dan praktis. Cukup ambil secukupnya, sajikan bersama nasi hangat. Solusi ini sangat membantu ketika waktu sahur mepet.

6. Lauk Instan Kemasan: Alternatif Cepat

Kini banyak tersedia lauk siap santap seperti rendang kemasan, cumi balado, atau ayam rica-rica kemasan. Produk ini umumnya sudah matang dan hanya perlu dipanaskan, bahkan ada yang bisa langsung dikonsumsi.

Meski praktis, tetap perhatikan kandungan garam dan lemak pada label kemasan. Kombinasikan dengan nasi atau roti gandum agar lebih seimbang.

7. Telur Rebus: Siapkan Sejak Malam

Telur rebus adalah sumber protein yang mudah dan ekonomis. Rebus beberapa butir pada malam hari, simpan di kulkas, lalu konsumsi saat sahur.

Dipadukan dengan roti atau nasi, telur membantu memenuhi kebutuhan protein tanpa harus memasak di pagi buta.

Menyiasati Sahur agar Tetap Bugar

Sahur bukan sekadar formalitas sebelum puasa, melainkan fondasi energi seharian. Dalam perspektif kesehatan, pola makan sederhana namun seimbang lebih penting daripada menu mewah tetapi minim nutrisi.

Bagi anak kos, kunci utamanya ada pada perencanaan. Siapkan stok bahan tahan lama, pilih menu tinggi serat dan protein, serta jangan lupa minum air yang cukup. Ramadhan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melewatkan sahur. Dengan strategi yang tepat, keterbatasan dapur bukan lagi hambatan.

Informasi mengenai ide menu sahur praktis ini dirangkum dari berbagai sumber gizi dan kesehatan, termasuk pedoman dari Kementerian Kesehatan RI dan pandangan Prof. Dr. Hardinsyah.

Advertisement