Sorak-sorai mengiringi kelolosan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin ke semifinal All England 2026. Ganda putra Indonesia ini berpeluang meneruskan tradisi berprestasi di turnamen bulutangkis tertua di dunia tersebut.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melenggang ke semifinal berkat kemenangan dua gim langsung atas unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang. Pertandingan yang berlangsung pada Jumat (6/3/2026) itu berakhir dengan skor 21-18, 21-12.
Pasangan jebolan PB Djarum ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di semifinal All England 2026. Lima wakil Indonesia lainnya kompak menelan kekalahan dan tersingkir di perempat final.
Misi Berat Debut dan Tradisi Ganda Putra Indonesia
Kiprah Raymond/Joaquin patut diacungi jempol karena sejatinya mereka berstatus debutan di All England 2026. Duo tersebut kini mengemban misi menjaga tradisi bagus ganda putra Indonesia yang telah terukir dalam sejarah.
Lembaran sejarah memotret kesuksesan Indonesia di sektor ganda putra All England. Total 24 gelar telah dikantongi sejak keikutsertaan perdana pada 1956. Nama-nama seperti Tjun Tjun/Johan Wahjudi, Ade Chandra/Christian Hadinata, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Candra Wijaya/Sigit Budianto, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meninggalkan jejak yang melegenda.
Khusus Tjun Tjun/Johan Wahjudi bahkan menyumbang enam gelar juara pada 1974, 1975, 1977, 1978, 1979, dan 1980. Sebuah rekor terbanyak yang belum bisa dipecahkan hingga saat ini.
Selain itu, ganda putra Indonesia hanya dua kali absen di final All England dalam kurun waktu 10 edisi terakhir. Enam di antaranya berbuah gelar juara. Tahun lalu, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana menjadi finalis meski akhirnya harus kalah dari Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Misi menjaga tradisi ganda putra di All England tadinya dititipkan kepada Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Kebetulan, Fajar/Rian dipaksa pulang lebih cepat setelah dikalahkan juniornya sendiri, Raymond/Joaquin, di babak 16 besar. Mau tidak mau, Raymond/Joaquin bertanggung jawab meneruskan misi khusus Fajar/Rian yang diharapkan membawa pulang gelar juara All England 2026 sesuai target dari Kabid Binpres PBSI, Eng Hian.
Tantangan Berat di Semifinal: Menghadapi Juara Bertahan
Jalan terjal menanti di depan Raymond/Joaquin. Mereka akan berjumpa raja terakhir yang berstatus ganda putra nomor satu dunia saat ini, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, di semifinal All England 2026.
Peluang Raymond/Joaquin Kalahkan Kim/Seo
Pertemuan nanti malam akan menjadi yang pertama antara Raymond/Joaquin melawan Kim/Seo. Hal ini memunculkan dua sisi mata uang terkait peluang memenangkan pertandingan. Di satu sisi, Kim/Seo lebih diunggulkan meraih kemenangan karena di atas kertas memiliki ranking lebih tinggi dan rekam jejak mentereng sebagai juara bertahan All England.
Namun, ada satu catatan menarik yang bisa memotivasi Raymond/Joaquin untuk tampil maksimal mengeluarkan potensi terbaiknya menghadapi Kim/Seo. Berhubung nanti malam adalah pertemuan pertama, gaya permainan Raymond/Joaquin belum terbaca sepenuhnya oleh lawan. Kans membuat kejutan terbuka lebar.
Raymond/Joaquin bisa mencontoh Fajar/Rian yang mampu memenangi pertemuan pertama mereka kontra Kim/Seo di perempat final China Open 2025. Satu lagi, Kim/Seo pernah dibuat gigit jari usai dikalahkan ganda putra Malaysia, Noor Mohd Azriyn Ayub Azriyn/Tan Wee Kiong, yang secara peringkat berada jauh di bawah mereka. Kim/Seo kalah dua gim langsung dari Noor/Tan di babak 16 besar Denmark Open 2025 dengan skor 19-21, 14-21. Sebuah pelajaran berharga buat Raymond/Joaquin.
Informasi lengkap mengenai kiprah Raymond/Joaquin di All England 2026 disampaikan melalui laporan pertandingan yang dirilis pada Jumat, 6 Maret 2026.
