Rich Sparkle Holdings Akuisisi Saham Perusahaan Khaby Lame, Monetisasi Kreator Konten Capai Rp 15 Triliun
Tiktoker kenamaan Khaby Lame, dengan ratusan juta pengikut, baru-baru ini mencatat rekor fantastis dalam monetisasi asetnya. Ia berhasil meraup sekitar Rp 15 triliun setelah resmi menjual sebagian saham dari perusahaan inti miliknya. Transaksi ini diklaim sebagai bentuk monetisasi terbesar yang pernah dicatat oleh seorang kreator konten global.
Akuisisi Saham Step Distinctive Limited
Kesepakatan akuisisi sebagian saham perusahaan Khaby Lame senilai 900 juta dollar AS (sekitar Rp 15 triliun) ini diumumkan oleh Rich Sparkle Holdings, sebuah perusahaan holding yang tercatat di bursa Amerika Serikat (AS) dengan kode saham ANPA.US. Dalam transaksi tersebut, Rich Sparkle mengakuisisi sebagian saham Step Distinctive Limited, perusahaan inti milik Khaby Lame yang dibentuk untuk mengelola seluruh aktivitas komersial dan kekayaan intelektual (IP) sang kreator.
Melalui kesepakatan ini, Rich Sparkle memperoleh hak eksklusif operasi komersial global atas merek Khaby Lame selama periode awal 36 bulan. Cakupan hak eksklusif ini meliputi endorsement, lisensi, pengelolaan merek, hingga e-commerce lintas negara, dengan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Nantinya, Rich Sparkle bersama mitranya akan mengelola penuh seluruh proses komersial Khaby Lame, mulai dari perencanaan konten, distribusi trafik, pengelolaan TikTok Shop, hingga pemenuhan rantai pasok. Khaby Lame sendiri akan menjadi pemegang saham pengendali di Rich Sparkle Holdings.
Strategi Ekspansi dan Potensi Penjualan
Prioritas ekspansi Rich Sparkle ditujukan ke Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, dengan skema harga dan perhitungan keuntungan yang disesuaikan tiap wilayah. Perusahaan juga menargetkan integrasi manufaktur China dengan trafik global, mencakup seleksi produk, kontrol kualitas, logistik lintas negara, hingga layanan purnajual. Model ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan pengalaman belanja lintas batas.
“Ini bukan sekadar akuisisi ekuitas, melainkan revolusi dalam model e-commerce konten global,” tulis Rich Sparkle dalam pernyataan resminya. Perusahaan memperkirakan struktur terintegrasi tersebut berpotensi menghasilkan lebih dari 4 miliar dollar AS (sekitar Rp 67,1 triliun) penjualan tahunan ketika berjalan penuh.
Pendapatan tersebut akan berasal dari jaringan kreator e-commerce mitra Rich Sparkle di China, yakni Anhui Xiaoheiyang Network Technology Co., Ltd., yang memiliki basis pengikut sekitar 400 juta akun, serta pengikut Khaby Lame di lintas platform yang mencapai sekitar 360 juta akun.
Pengembangan Digital Twin dan Produk Premium
Selain pengelolaan lisensi dan operasi komersial, kesepakatan ini juga mencakup pengembangan digital twin berbasis AI Khaby Lame. Digital twin merupakan teknologi yang dikembangkan untuk merepresentasikan objek atau sistem fisik secara virtual. Teknologi tersebut memungkinkan penggunaan terkontrol wajah, suara, dan gestur khasnya untuk konten multibahasa, virtual livestream, hingga interaksi 24 jam.
Ke depannya, Rich Sparkle juga akan mengoordinasikan kolaborasi iklan dengan merek internasional dan merek mewah, serta mengembangkan produk premium di sektor kecantikan, parfum, dan fesyen. Khaby Lame dikenal luas lewat video tanpa dialog yang menyindir life hack berlebihan dengan gestur sederhana. Format ini membuat kontennya bisa dipahami lintas bahasa dan budaya. Saat ini, Khaby Lame memiliki sekitar 360 juta pengikut lintas platform media sosial, dengan 160,4 juta pengikut di TikTok menjadikannya kreator dengan jumlah pengikut terbanyak di platform tersebut.
Informasi lengkap mengenai akuisisi dan strategi monetisasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Rich Sparkle Holdings yang dirilis pada Jumat, 30 Januari 2026.