Finansial

Rupiah Catat Penguatan Signifikan di Rp 16.802 per Dollar AS, IHSG Turut Melonjak 1,50 Persen

Advertisement

Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan di pasar spot Senin, 23 Februari 2026. Mata uang Garuda tercatat naik 0,51 persen ke level Rp 16.802 per dollar AS, melanjutkan tren positif di awal pekan.

Penguatan Rupiah Didorong Pelemahan Dollar AS

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa rupiah berpotensi menguat terhadap dollar Amerika Serikat. Pelemahan tajam mata uang Negeri Paman Sam menjadi faktor utama pendorong penguatan ini.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS yang melemah tajam setelah data pertumbuhan ekonomi yang jauh di bawah ekspektasi,” ujar Lukman kepada Kompas.com.

Tekanan terhadap dollar AS semakin diperkuat oleh keputusan Mahkamah Agung AS. Lembaga tersebut menganulir kebijakan tarif Presiden Donald Trump, yang berimbas pada penurunan tensi perang dagang global.

Situasi ini secara langsung mengurangi permintaan terhadap aset safe haven berbasis dollar AS. Kombinasi faktor fundamental dan sentimen global tersebut membuka ruang penguatan rupiah dalam jangka pendek, terutama jika aliran dana asing kembali masuk ke pasar emerging markets.

IHSG Ikut Ditutup di Zona Hijau

Sejalan dengan penguatan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin sore. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengakhiri sesi di posisi 8.396,082.

Advertisement

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 124,315 poin atau setara 1,50 persen. Sepanjang sesi perdagangan, indeks dibuka di level 8.334,543 dan sempat menyentuh angka terendah 8.327,567, sebelum bergerak menguat hingga mencetak angka tertinggi harian di 8.397,065.

Aktivitas perdagangan pada hari itu mencatat volume transaksi mencapai 49,609 miliar saham. Nilai transaksi (turnover) tercatat sebesar Rp 24,167 triliun, dengan frekuensi perdagangan menembus 3.041.661 kali transaksi.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 468 saham menguat, 206 saham melemah, dan 142 saham stagnan. Kondisi ini turut mendorong kapitalisasi pasar BEI menyentuh angka Rp 15.175,492 triliun.

Informasi mengenai kinerja nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan ini disampaikan berdasarkan data dari Bloomberg, Bursa Efek Indonesia (BEI), serta pernyataan analis Doo Financial Futures.

Advertisement