Finansial

Rupiah Dibuka Melemah 0,14 Persen ke Rp 16.782 per Dollar AS di Tengah Penguatan Dolar Global Jumat Ini

Advertisement

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka tertekan pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026. Mata uang Garuda terdepresiasi 23 poin atau 0,14 persen ke level Rp 16.782 per dollar Amerika Serikat.

Pergerakan Rupiah dan Faktor Pendorong Pelemahan

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan cenderung datar dengan kecenderungan melemah tipis terhadap dollar AS. Tekanan tersebut muncul setelah rilis data manufaktur dan ketenagakerjaan Paman Sam yang lebih kuat dari ekspektasi pasar, sehingga mendorong penguatan dollar secara global.

“Rupiah diperkirakan datar dengan potensi melemah terhadap dollar AS, yang sedikit menguat setelah data manufaktur dan pekerjaan yang lebih kuat,” ujar Lukman saat dihubungi Kompas.com.

Pengaruh Data Ekonomi AS dan Geopolitik Global

Di sisi eksternal, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum membuahkan kesepakatan. Ketidakpastian geopolitik ini menambah lapisan risiko di pasar global, terutama terkait stabilitas kawasan Timur Tengah dan implikasinya terhadap harga energi.

Advertisement

“Investor masih mencerna hasil perundingan AS-Iran yang tidak menghasilkan kesepakatan apapun,” paparnya. Dalam situasi seperti ini, dolar AS cenderung diuntungkan sebagai aset safe haven, sementara mata uang emerging market, termasuk rupiah, bergerak lebih defensif.

Proyeksi Rentang Pergerakan Rupiah

Dengan kombinasi sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 16.700 hingga Rp 16.800 per dollar AS.

Informasi mengenai pergerakan nilai tukar rupiah ini disampaikan berdasarkan analisis pasar dan pernyataan resmi dari analis mata uang Doo Financial Futures.

Advertisement