Finansial

Rupiah Menguat Tipis ke Rp 16.800 per Dollar AS, IHSG Catat Kenaikan 0,50 Persen di Tengah Sentimen Hawkish The Fed

Advertisement

Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. Mata uang Garuda terapresiasi 29 poin atau 0,17 persen, mencapai level Rp 16.800 per dollar Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengakhiri hari di zona hijau, naik 41,394 poin atau 0,50 persen ke level 8.322,227.

Pergerakan Rupiah dan Prediksi Analis

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan bahwa rupiah diperkirakan masih akan berada dalam tekanan terhadap dollar AS. Hal ini sejalan dengan menguatnya sentimen hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed).

Lukman Leong saat dihubungi Kompas.com menyatakan, “Rupiah diperkirakan melemah terhadap dollar AS, setelah beberapa pernyataan hawkish dari pejabat The Fed. Range Rp 16.750 – Rp 16.900.”

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG yang dibuka di posisi 8.318,145, langsung bergerak fluktuatif sepanjang hari. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.373,483 sebelum terkoreksi tajam ke posisi terendah 8.259,745.

Meskipun demikian, tekanan jual tersebut tidak berlangsung lama, dan indeks kembali menguat hingga penutupan perdagangan. Sebanyak 336 saham tercatat menguat, sementara 335 saham melemah, dan 146 saham stagnan.

Advertisement

Detail Transaksi Pasar Saham

Dari sisi likuiditas, volume transaksi di BEI mencapai 52,285 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 29,878 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2.842.044 kali.

Kapitalisasi pasar BEI pada penutupan perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp 14.940,786 triliun.

Informasi lengkap mengenai kinerja pasar keuangan ini disampaikan melalui data resmi dari Bursa Efek Indonesia dan pernyataan analis mata uang Doo Financial Futures yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.

Advertisement