Finansial

Rupiah Terdepresiasi ke Rp 16.832 per Dolar AS: Analis Jelaskan Dampak Data Ekonomi AS dan Ketidakpastian Tarif Global

Advertisement

Nilai tukar rupiah dibuka terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Mata uang Garuda ini mencapai level Rp 16.832 per dolar AS, seiring dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga berada di zona merah.

Penyebab Pelemahan Rupiah

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.30 WIB, rupiah tercatat turun 0,18 persen atau 30 poin. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh rebound dolar AS.

Pemulihan mata uang Paman Sam tersebut terjadi setelah rilis data ekonomi AS yang menunjukkan aktivitas ekonomi dan manufaktur lebih solid dari ekspektasi pasar.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data menunjukkan aktivitas ekonomi dan manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan,” ujar Lukman kepada Kompas.com.

Proyeksi Pergerakan dan Faktor Penahan

Meski demikian, Lukman Leong memproyeksikan pelemahan rupiah tidak akan terlalu dalam. Ketidakpastian terkait arah kebijakan tarif perdagangan global masih menjadi faktor yang menahan penguatan dolar AS secara agresif.

Dengan dinamika tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas. Proyeksi pergerakan rupiah berada di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dolar AS.

Pergerakan IHSG di Zona Merah

Pada sesi awal perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terpantau bergerak di zona merah. Indeks berada di level 8.376,338 atau melemah 19,744 poin, setara 0,24 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Advertisement

IHSG sempat dibuka menguat di level 8.428,050 dan bahkan menyentuh level tertinggi intraday di 8.437,089. Namun, tekanan jual mulai mendominasi setelah pukul 09.00 WIB, membuat indeks berbalik arah dan turun hingga menyentuh angka terendah di 8.372,423.

Data Transaksi Pasar Saham

Dari sisi likuiditas, volume transaksi mencapai 11,485 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,152 triliun. Total frekuensi transaksi tercatat sebanyak 798.545 kali.

Sebanyak 369 saham melemah, sementara 195 saham menguat, dan 161 saham stagnan.

Informasi lengkap mengenai pergerakan nilai tukar rupiah dan IHSG ini disampaikan melalui data Bloomberg dan pernyataan analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, yang dirilis pada Selasa, 24 Februari 2026.

Advertisement