Biliar di Indonesia berkembang menjadi cabang olahraga yang serius dan kompetitif. Olahraga yang mulai dikenal sejak masa kolonial Belanda itu kini tidak lagi identik dengan hiburan semata, melainkan telah melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di level Asia Tenggara hingga internasional.
Perkembangan itu terlihat dari pembinaan yang makin tertata, bertambahnya komunitas, serta tersedianya fasilitas yang lebih memadai di berbagai daerah. Organisasi seperti Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) dan Federasi Olahraga Billiard Indonesia juga aktif mengelola serta mengembangkan biliar di tingkat nasional dan daerah.
Sejarah biliar di Indonesia
Biliar mulai dikenal di Indonesia pada masa kolonial Belanda. Pada awal kemunculannya, permainan ini lebih banyak dimainkan oleh kalangan atas sebelum kemudian menyebar ke berbagai lapisan masyarakat.
Seiring waktu, biliar berkembang menjadi olahraga dengan pembinaan yang lebih terstruktur. Peran organisasi nasional dan daerah menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan cabang olahraga ini di Indonesia.
Jenis permainan biliar yang populer
Di Indonesia, ada beberapa jenis permainan biliar yang cukup populer. Pool atau pocket billiards dimainkan di meja berlubang dengan 15 bola dan satu bola putih, dengan varian 8-ball dan 9-ball yang banyak digemari karena aturan serta strateginya.
Selain itu, ada snooker yang menggunakan meja lebih besar dan jumlah bola lebih banyak. Permainan ini menuntut ketelitian tinggi serta kemampuan membaca lapangan.
Jenis lainnya adalah carom atau carambole yang dimainkan di meja tanpa lubang. Dalam permainan ini, pemain harus memantulkan bola putih agar menyentuh dua bola lain dalam satu pukulan.
Teknik dasar bermain biliar
Bagi pemula, penguasaan teknik dasar menjadi langkah awal sebelum masuk ke strategi yang lebih kompleks. Posisi tubuh atau stance perlu stabil, dengan kaki sedikit lebih lebar dari bahu dan tubuh membentuk sudut sekitar 45 derajat terhadap meja agar pukulan lebih konsisten.
Pada bagian tumpuan tangan atau bridge, pemain dapat menggunakan open bridge atau closed bridge. Pemula disarankan memakai open bridge karena memberi pandangan yang lebih jelas saat membidik.
Untuk grip, stik dipegang dengan ibu jari di bawah dan jari telunjuk di atas. Cengkeraman sebaiknya tetap longgar, tetapi terkontrol, agar ayunan pukulan terasa lebih lancar.
Teknik membidik dengan metode ghost ball juga menjadi dasar penting. Pemain membayangkan posisi bola putih sebelum mengenai bola sasaran untuk membantu menentukan arah pukulan.
Saat mengeksekusi pukulan, ayunan sebaiknya hanya berasal dari lengan bawah, sedangkan lengan atas tetap diam seperti pendulum. Teknik ini menjadi fondasi untuk pukulan lanjutan seperti topspin, backspin, dan sidespin.
Perkembangan biliar Indonesia
Dalam satu dekade terakhir, biliar di Indonesia mengalami kemajuan pesat. Jika sebelumnya olahraga ini kurang mendapat perhatian, kini dukungan dari pemerintah dan organisasi olahraga disebut semakin serius.
Perkembangan tersebut terlihat dari sisi organisasi, pembinaan atlet, dan minat masyarakat. Biliar kini diakui sebagai cabang olahraga berprestasi dengan struktur pembinaan yang semakin tertata.
Pertumbuhan komunitas menjadi salah satu motor utama perkembangan biliar. Di berbagai kota, komunitas aktif menggelar latihan rutin, sparring, dan mini turnamen yang terbuka bagi pemula maupun pemain berpengalaman.
Dari sisi fasilitas, berbagai arena biliar kini telah menyediakan meja dan peralatan berstandar pertandingan. Sejumlah arena juga menawarkan pelatih atau instruktur untuk membantu pemain baru mempelajari teknik dasar.
Ekosistem pembinaan ikut berkembang seiring makin seringnya turnamen digelar. Ajang yang tersedia pun beragam, mulai dari turnamen berbasis komunitas, kejuaraan daerah, hingga kejuaraan nasional.
Peran POBSI disebut tidak terpisahkan dari perkembangan biliar nasional. Melalui program pembinaan berjenjang, POBSI bersama pengurus provinsi rutin mengadakan pelatihan, seleksi, dan pemusatan latihan untuk menjaring serta mengasah talenta baru dari berbagai daerah.
Atlet dan prestasi di SEA Games 2025
Sejumlah atlet Indonesia mulai mencuri perhatian di dunia biliar. Annabella Putri Yohanna dan Emilia, kakak beradik asal Jawa Timur, menunjukkan performa menonjol di nomor snooker pada SEA Games 2025.
Dari nomor beregu putra, Gebby Adi Wibawa dari Kalimantan Selatan turut menyumbang medali. Sementara itu, Fajar Alamri disebut menjadi contoh regenerasi atlet muda yang menjanjikan bagi masa depan biliar Indonesia.
Prestasi Indonesia di SEA Games 2025 di Bangkok menjadi salah satu bukti perkembangan tersebut. Dalam ajang itu, Indonesia meraih 2 medali perak dan 1 medali perunggu.
Tips memulai bermain biliar
Bermain di arena biliar dapat menjadi cara paling mudah untuk mulai mengenal olahraga ini. Bagi pemula, langkah awal yang disarankan adalah mempelajari teknik dasar lebih dulu tanpa terburu-buru mengejar trik yang lebih sulit.
Penggunaan kapur pada ujung stik penting untuk membantu memastikan kontak yang baik dengan bola putih. Pemain juga perlu memperhatikan posisi tubuh dan berlatih dengan bola yang berada dekat tepi meja agar pukulan lebih presisi.
Bergabung dengan komunitas biliar juga dapat mempercepat perkembangan kemampuan, terutama bagi pemula. Di Jakarta, terdapat komunitas yang mengadakan latihan terbuka setiap akhir pekan, mulai dari level amatir hingga pemain yang lebih serius.
Menonton pertandingan profesional juga dapat membantu pemain memahami taktik yang sulit dipelajari sendiri. Bagi yang ingin mulai mencoba atau mengasah kemampuan, komunitas daerah dan laman resmi POBSI dapat menjadi rujukan karena organisasi ini memiliki cabang di hampir seluruh provinsi.
Biliar di Indonesia kini telah berkembang jauh dari sekadar permainan santai menjadi cabang olahraga berprestasi. Sumber artikel ini juga menyertakan video bertajuk Viral Bocah 5 Tahun dari Sulteng Berlaga di Lomba Biliar Internasional.
