Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, kembali menjadi sorotan setelah melontarkan kritik pedas terhadap penerusnya, Gianni Infantino. Dalam wawancara dengan media Jerman Bild yang dilansir ANTARA pada Kamis, 26 Februari 2026, Blatter secara terang-terangan menyebut tata kelola organisasi sepak bola dunia itu kini terpusat pada satu figur dan menyerupai diktator.
Sepp Blatter: FIFA Adalah Diktator
Blatter tidak ragu menggunakan kata-kata keras untuk menggambarkan kondisi FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. “Apa itu FIFA saat ini? Semuanya bergantung pada presidennya, Infantino. FIFA adalah sebuah diktator,” ujar Blatter, seperti dikutip dari laporan ANTARA.
Menurutnya, Dewan FIFA yang beranggotakan sekitar 40 orang kini tidak lagi memiliki kekuatan signifikan dalam pengambilan keputusan. Ia menilai arah kebijakan dan keputusan penting lebih banyak ditentukan oleh presiden semata.
Sentil Relasi Infantino dengan Donald Trump
Tidak hanya soal tata kelola internal, Blatter juga menyoroti kedekatan Gianni Infantino dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mengaitkan relasi tersebut dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat.
Blatter menduga, pemberian penghargaan perdamaian kepada Trump oleh FIFA memiliki kaitan dengan status AS sebagai tuan rumah turnamen tersebut. Ia bahkan menyebut ajang itu berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan politik.
“Trump akan mengatur pertunjukan publisitas. Dia sudah melakukannya. Untuk itu, dia membutuhkan teman barunya, Presiden FIFA Gianni Infantino. Kata ‘sekutu’ lebih tepat dibandingkan teman,” tegas Blatter.
Mantan orang nomor satu di FIFA ini juga meminta perhatian terhadap kondisi politik dan keamanan di Amerika Serikat menjelang turnamen, menyinggung insiden di Minneapolis. Ia berharap sepak bola dapat mengatasi gejolak politik.
“Saya berharap sepak bola bisa mengalahkan politik dan situasi kembali tenang ketika kompetisi dimulai di Amerika Serikat,” imbuhnya.
Kilasan Riwayat Kasus Sepp Blatter di FIFA
Sepp Blatter sendiri memiliki catatan panjang terkait polemik internal FIFA. Pada September 2015, Sekretaris Jenderal FIFA saat itu, Jerome Valcke, lebih dulu dijatuhi sanksi.
Tidak lama berselang, Komite Etik FIFA menjatuhkan larangan sementara 90 hari kepada Blatter dalam penyelidikan yang turut melibatkan legenda sepak bola Michel Platini. Pada Desember 2015, Blatter dan Platini resmi mendapat sanksi larangan beraktivitas di sepak bola selama delapan tahun.
Namun, pada tahun 2025, pengadilan Swiss menyatakan keduanya bebas dari tuduhan tersebut, mengakhiri saga hukum yang panjang.
Informasi lengkap mengenai pernyataan Sepp Blatter ini disampaikan melalui wawancara dengan media Jerman Bild yang dilansir oleh ANTARA pada Kamis, 26 Februari 2026.
