Ratusan penerbangan menuju dan dari kawasan Timur Tengah dibatalkan, sementara puluhan lainnya terpaksa dialihkan atau berbalik arah pada akhir pekan lalu. Gangguan masif ini terjadi menyusul serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang memicu penutupan wilayah udara di sebagian besar kawasan tersebut.
CNBC melaporkan bahwa sejumlah layanan penerbangan dihentikan setidaknya hingga akhir pekan depan. Dampak gangguan perjalanan meluas hingga rute transit internasional menuju Brasil dan Australia.
Dampak Luas Pembatalan Penerbangan Global
Data dari perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat lebih dari 1.800 penerbangan menuju dan dari negara-negara Timur Tengah dibatalkan pada Sabtu (30/2/2026) waktu setempat. Sebanyak 1.400 penerbangan tambahan juga dibatalkan untuk jadwal hari Minggu.
Penutupan wilayah udara, sebagaimana dilaporkan Flightradar24, terjadi di atas Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Kondisi ini memaksa maskapai menempuh rute lebih panjang ke sejumlah destinasi, yang berujung pada peningkatan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional.
Respons Cepat Maskapai Penerbangan Internasional
Berbagai maskapai penerbangan segera mengambil langkah antisipasi untuk menjamin keselamatan penumpang dan kru. Qatar Airways menghentikan sementara seluruh penerbangannya.
Emirates yang berbasis di Dubai mengumumkan penghentian layanan di Dubai International Airport, salah satu bandara tersibuk di dunia. Maskapai tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak.
“Kami meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan ini dan membantu mereka dengan penjadwalan ulang, pengembalian dana, atau pengaturan perjalanan alternatif,” kata Emirates dalam pernyataannya. “Keselamatan dan keamanan penumpang serta kru tetap menjadi prioritas utama kami.”
Advertisement
Air India menghentikan seluruh penerbangan ke Timur Tengah pada Sabtu. Maskapai ini juga membatalkan penerbangan antara India dan Eropa serta Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Minggu.
Etihad Airways dari Abu Dhabi membatalkan seluruh keberangkatan dari dan menuju bandara tersebut hingga Minggu sore. Sementara itu, Grup Lufthansa menghentikan penerbangan ke Israel, Lebanon, Yordania, Irak, dan Teheran hingga 7 Maret, serta mengalihkan sejumlah rute untuk menghindari wilayah udara terdampak.
Maskapai Amerika Serikat juga merasakan dampaknya. Penerbangan American Airlines dari Philadelphia menuju Doha berbalik arah di dekat wilayah Spanyol dan kembali ke Philadelphia. Sejumlah penerbangan Emirates dari Amerika Serikat tujuan Dubai dialihkan ke berbagai bandara di Eropa, dan awak kabin yang berada di Doha diminta tetap di hotel demi alasan keamanan.
United Airlines membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 6 Maret dan ke Dubai hingga 4 Maret. Delta Air Lines juga membatalkan layanan ke Tel Aviv setidaknya hingga Minggu.
Informasi mengenai dampak serangan militer terhadap sektor penerbangan ini dihimpun dari berbagai laporan media seperti KOMPAS.com, CNBC, serta data analisis penerbangan dari Cirium dan Flightradar24.
