Amman, Yordania, menyimpan sebuah situs religi bersejarah yang menarik perhatian banyak peziarah dan wisatawan: Gua Ashabul Kahfi. Diyakini sebagai lokasi tujuh pemuda beriman tertidur selama 309 tahun, gua ini menawarkan pengalaman spiritual mendalam dan jejak sejarah yang diabadikan dalam Al-Qur’an.
Aksesibilitas dan Suasana Sakral Gua Ashabul Kahfi
Gua Ashabul Kahfi berlokasi di kawasan Ar-Rajib, sekitar 7–10 kilometer di sebelah timur pusat Amman. Dari pusat kota, perjalanan menuju situs ini dapat ditempuh sekitar 30 hingga 37 menit menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk untuk menjelajahi kawasan bersejarah tersebut.
Setibanya di area parkir, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar lima menit menuju mulut gua melalui jalur yang landai dan tertata. Di pintu masuk, pengelola menyediakan tudung penutup kepala bagi pengunjung perempuan yang tidak mengenakan hijab, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai religius tempat tersebut.
Begitu pintu gua dibuka, suasana hening langsung terasa. Di dalamnya, terdapat tujuh makam dari bebatuan besar yang tersusun di sisi kanan dan kiri. Empat pemuda dimakamkan di sisi kanan, sementara tiga lainnya di sisi kiri.
Mahmoud, juru kunci gua, menjelaskan makna ukiran bintang delapan sudut yang terlihat pada batu makam. “Delapan sudut melambangkan tujuh pemuda dan seekor anjing yang setia menemani mereka saat tertidur panjang,” jelas Mahmoud. Menurut sejarah, anjing tersebut berjaga hingga tertidur di pintu gua. Dinding gua juga dihiasi tulisan Arab kuno dan lampu gantung hitam yang memperkuat nuansa sakral.
Fenomena Cahaya Matahari dan Keterkaitannya dengan Al-Qur’an
Mahmoud turut menunjukkan celah di bagian atas struktur dalam gua, tempat cahaya matahari masuk secara alami. “Cahaya matahari masuk dari lubang (celah/bukaan struktur) pada waktu zuhur. Waktu sore, masuk (melalui) pintu,” ucap Mahmoud.
Fenomena ini dianggap sebagian ulama dan peneliti Muslim sebagai kecocokan dengan ayat Al-Qur’an dalam Surah Al-Kahfi ayat 17 yang menjelaskan arah condong matahari terhadap gua tersebut. “Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah…,” (QS Al-Kahfi:17).
Sejarah Renovasi dan Jejak Masjid Kuno di Atas Gua
Menurut Mahmoud, gua ini merupakan gua alami yang pernah mengalami renovasi pada masa Dinasti Ayyubiyah yang dipimpin oleh Salahuddin Al-Ayyubi. “Ini gua, gua asli, gua alami. Sudah renovasi zaman Salahuddin Al-Ayyubi,” jelasnya.
Di atas gua, terdapat sisa struktur masjid kuno tanpa atap, hanya berupa bebatuan coklat lengkap dengan mihrab yang menghadap kiblat. Empat batu panjang berdiri saling berhadapan sebagai penanda arah. Mahmoud menyebut masjid tersebut juga diabadikan dalam Surah Al-Kahfi. “Di dalam suratul Kahfi ‘lana tahidan alaihim masjida’. Nama daerah (ini) Ar-raqim, (yang juga diabadikan) dalam suratul Kahfi ‘am hasibta an-ashabul kahfi warraqiymi kaanuu min aayaatinaa ajabaa’,” katanya sembari membacakan ayat.
Kisah Inspiratif Ashabul Kahfi: Keteguhan Iman Melampaui Waktu
Ashabul Kahfi dikenal sebagai tujuh pemuda beriman yang menolak mengikuti raja zalim penyembah berhala. Demi mempertahankan iman, mereka melarikan diri dan bersembunyi di dalam gua. Allah kemudian menidurkan mereka selama 309 tahun tanpa makan dan minum.
Ketika terbangun, mereka mengira hanya tertidur beberapa jam. Salah satu dari mereka pergi ke kota membeli makanan menggunakan uang lama yang ternyata sudah tak berlaku. “Ia kembali, menceritakan hal itu kepada teman-temannya, lalu mereka langsung meninggal di sini. Dan orang-orang pada masa itu menguburkan mereka di gua yang sama,” tandas Mahmoud.
Kini, Gua Ashabul Kahfi bukan hanya destinasi religi, tetapi juga pengingat tentang keteguhan iman, waktu yang melampaui logika manusia, dan tanda kebesaran Allah yang diabadikan dalam Al-Qur’an.
Informasi mengenai Gua Ashabul Kahfi ini disampaikan berdasarkan penuturan juru kunci Mahmoud dan observasi langsung yang dirilis oleh Kompas.com pada Kamis, 26 Februari 2026.
