Finansial

S&P Dow Jones Indices Pastikan Rebalancing Saham Indonesia Tetap Berjalan di Tengah Penundaan MSCI

Advertisement

rebalancing pada Maret 2026 untuk saham emiten asal Indonesia. Keputusan ini diambil di tengah langkah dua penyedia indeks global lainnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell, yang memilih untuk menunda peninjauan pasar modal Tanah Air.

Perbedaan Sikap S&P dengan MSCI dan FTSE Russell

Langkah S&P Dow Jones menempatkan lembaga tersebut pada posisi yang berbeda dibandingkan dengan MSCI dan FTSE Russell. Sebelumnya, kedua lembaga tersebut memperketat evaluasi terhadap pasar Indonesia akibat kekhawatiran atas tingginya konsentrasi kepemilikan saham serta struktur kepemilikan yang dinilai belum transparan.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu ketidakakuratan data porsi kepemilikan saham publik atau free float yang terlihat lebih besar dari realitasnya. Bahkan, MSCI sempat memberikan peringatan keras bahwa status Indonesia berpotensi diturunkan menjadi pasar frontier, yang memicu gejolak di pasar saham domestik serta memperburuk sentimen investor.

Alasan S&P Tetap Melanjutkan Rebalancing

rebalancing pada Maret 2026 akan tetap dijalankan sesuai dengan prosedur standar dan metodologi yang berlaku.

Analis Aletheia Capital, Nirgunan Tiruchelvam, menilai keputusan S&P ini sebagai sinyal positif bagi upaya reformasi otoritas Indonesia. “Langkah S&P Dow memberi sinyal bahwa otoritas Indonesia kemungkinan mulai menunjukkan kemajuan dalam mengelola tuntutan para penyedia indeks,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pasar kini berharap pemerintah dapat mempercepat pembenahan transparansi struktur kepemilikan.

Advertisement

Respons Regulator dan Jadwal Penundaan Indeks Lain

Menanggapi tekanan dari penyedia indeks global, regulator Indonesia telah mengumumkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas pasar, antara lain:

  • Menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen.
  • Memperketat standar keterbukaan informasi bagi emiten.
  • Melakukan perubahan kepemimpinan di jajaran bursa dan otoritas terkait sebagai upaya pemulihan kredibilitas.

Sementara itu, FTSE Russell telah menjadwalkan ulang peninjauan indeks Indonesia ke bulan Juni mendatang karena risiko perputaran saham yang dianggap berpotensi merugikan. Di sisi lain, MSCI masih akan melakukan evaluasi terhadap isu investability dan aksesibilitas pasar hingga Mei mendatang.

Informasi mengenai penyesuaian indeks ini didasarkan pada pernyataan resmi S&P Dow Jones Indices dan perkembangan terkini di bursa saham yang dirilis pada Senin, 16 Februari 2026.

Advertisement