Timnas Skotlandia menegaskan tidak ingin hanya bergantung pada Scott McTominay saat menghadapi Piala Dunia 2026. Menjelang laga perdana Grup C melawan Haiti di Gillette Stadium, Foxborough, Minggu (14/6/2026) pagi WIB, pelatih Steve Clarke menyatakan skuadnya harus tampil sebagai tim.
McTominay menjadi salah satu pemain kunci dalam keberhasilan Skotlandia lolos ke Piala Dunia 2026. Gelandang Napoli itu mencetak gol salto spektakuler ke gawang Denmark, yang ikut mengantar Skotlandia tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.
Kondisi McTominay Jelang Laga Perdana
Jelang pertandingan pertama Skotlandia, McTominay sempat sakit dan melakukan perjalanan secara terpisah dari skuad menuju Boston. Namun, ia sudah terlihat kembali berlatih bersama tim pada Jumat (12/6/2026).
Clarke menyebut kondisi pemainnya itu kini sudah fit dan siap bermain. Meski begitu, ia menekankan bahwa beban tim tidak boleh ditumpukan hanya kepada satu nama.
Steve Clarke Soroti Kekuatan Kolektif Skotlandia
“Saya punya 26 megabintang di sini. Membebankan hanya ke satu orang itu tidak adil,” ujar Clarke seperti dilansir beIN Sports.
Menurut Clarke, fondasi permainan Skotlandia dibangun dari kerja kolektif yang telah dirawat dalam skuad selama tujuh tahun terakhir. Ia menilai seluruh pemain memiliki peran penting pada momen yang berbeda.
“Kami telah membangun dari semua yang kami lakukan di skuad selama tujuh tahun terakhir, tim, semuanya bersama-sama dan memainkan perannya di waktu tertentu.”
Clarke tetap mengakui kontribusi besar McTominay bagi tim. Namun, ia menegaskan Skotlandia membutuhkan sumbangsih dari lebih banyak pemain bila ingin menjalani turnamen dengan hasil positif.
“Kami senang dengan kemampuan Scott dan apa yang bisa dia bawa ke tim. Tapi kami akan butuh 15 pemain lainnya untuk membawa hal yang sama jika kami ingin menjalani turnamen yang positif,” katanya.
Skotlandia di Grup C Piala Dunia 2026
Skotlandia tergabung di Grup C Piala Dunia 2026 bersama Brasil, Maroko, dan Haiti. Laga melawan Haiti menjadi pertandingan pembuka The Tartan Army dalam upaya menandai comeback mereka di Piala Dunia setelah absen sejak 1998.
