Pasar properti hunian dan komersial di Tangerang Raya diproyeksikan tetap menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2026. Kondisi ini kontras dengan tren nasional yang justru mengalami perlambatan, didorong oleh ketersediaan lahan yang luas, harga kompetitif, serta pengembangan kawasan terpadu dan infrastruktur yang masif.
Permintaan Properti Komersial Tangerang Melonjak Signifikan
Data survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan permintaan properti komersial kategori jual secara nasional pada kuartal IV 2025 hanya tumbuh 0,69 persen secara tahunan (YoY), stabil dari kuartal sebelumnya. Sementara itu, indeks kategori sewa bahkan terkontraksi 1,55 persen YoY pada kuartal IV, setelah penurunan 1,53 persen pada kuartal III.
Berbeda jauh, wilayah Banten, termasuk Tangerang, mencatat tren yang sangat positif. Indeks permintaan properti komersial sewa melonjak 127,48 persen YoY pada kuartal IV, meningkat dari 125,43 persen pada kuartal sebelumnya dan 119,68 persen pada kuartal IV 2024.
Indeks permintaan komersial kategori jual di Banten juga tumbuh 108,99 persen YoY pada kuartal IV, membaik dibanding kuartal III yang tercatat 108,94 persen. Segmen ritel menjadi penopang utama, dengan indeks permintaan ritel sewa di Banten tumbuh 129,84 persen YoY pada kuartal IV, dan indeks ritel jual stabil di level 100,12 persen YoY.
Sektor Hunian Tangerang Ungguli Jabodetabek Lainnya
Segmen hunian di Tangerang juga mencatat kinerja yang kuat, melampaui penjualan rumah di wilayah lain di Jabodetabek. Pangsa pasar rumah tapak di Tangerang mencapai lebih dari 56 persen dari total penjualan tahun lalu.
Riset Leads Property Services Indonesia mencatat pasokan rumah tapak di Jabodetabek pada tahun 2025 mencapai 194.400 unit dengan harga rata-rata Rp 2,7 miliar per unit dan tingkat penjualan 93 persen. Dari jumlah tersebut, pasokan rumah di Tangerang mencapai 92.000 unit atau 47,4 persen dari total pasokan Jabodetabek.
Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property Services Indonesia, pada Rabu (25/2/2026) mengungkapkan, “Tingkat penjualan rumah di wilayah ini mencapai 94% dengan rata-rata harga sekitar Rp 3 miliar per unit.” Angka ini lebih tinggi dibandingkan Jakarta yang mencatat 85 persen penjualan dari 9.900 unit pasokan.
Wilayah lain seperti Bogor memiliki 37.000 unit dengan tingkat penjualan 95 persen, Depok 10.500 unit dengan 92 persen penjualan, dan Bekasi 46.700 unit dengan 94 persen penjualan. Leads Property menilai pasar saat ini lebih didorong oleh end user, sementara minat investor melemah karena imbal hasil tertekan dan kenaikan harga properti tidak sebanding dengan pertumbuhan tarif sewa yang stagnan.
Martin memperkirakan pembelian rumah tahun ini akan terdorong oleh insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), suku bunga rendah, dan tenor kredit kepemilikan rumah (KPR) yang lebih panjang. Pembayaran pembelian rumah masih didominasi oleh fasilitas KPR.
Paramount Land Fokus Kembangkan Produk Komersial di Gading Serpong
Paramount Gading Serpong menjadi salah satu kawasan terpadu di Tangerang Raya yang terus didukung infrastruktur lengkap. Paramount Land menyesuaikan strategi dengan dinamika pasar melalui penguatan infrastruktur dan peluncuran produk baru.
Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, pada Kamis (26/2/2026) menyatakan, “Tahun ini, peluncuran produk baru akan difokuskan ke komersial. Untuk hunian, kami melanjutkan produk yang sudah ada.”
Kawasan ini tengah mengembangkan Pasadena Central District seluas 40 hektare, yang dirancang sebagai area komersial dan hunian terintegrasi dengan konsep 10 Minutes City Living. Konsep ini memungkinkan kebutuhan belanja, kuliner, hiburan, dan fasilitas publik dapat dijangkau dalam waktu 10 menit, dengan Aedas Architect dari Singapura sebagai perancang utama.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menambahkan bahwa perusahaan telah meresmikan identitas dan logo baru sejak 18 Desember 2025, mencerminkan fase perkembangan kawasan. Populasi Gading Serpong mencapai hampir 120.000 jiwa di luar komuter, dengan lebih dari 40 klaster hunian telah terhuni.
Area komersial mencatat tingkat okupansi tinggi dan mendukung aktivitas tinggal serta bekerja, dengan boulevard utama mencatat lalu lintas lebih dari 15.000 kendaraan per jam. Selain Pasadena, Paramount Gading Serpong juga menyiapkan Victoria District seluas sekitar 10 hektare yang akan difokuskan untuk produk komersial.
Informasi mengenai kinerja pasar properti Tangerang Raya ini disampaikan berdasarkan data survei Bank Indonesia dan riset Leads Property Services Indonesia, serta pernyataan resmi dari manajemen Paramount Land yang dirilis pada akhir Februari 2026.
