PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun mencatat lonjakan signifikan pada pemesanan tiket arus balik Lebaran 2026. Hingga Kamis (19/2/2026) malam, ketersediaan tiket untuk keberangkatan dari wilayah tersebut dilaporkan tersisa kurang dari 20 persen.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa volume keberangkatan tertinggi diprediksi terjadi pada periode H+1 hingga H+10 Idul Fitri. Pada fase tersebut, tingkat okupansi rata-rata telah mencapai 80 persen hingga lebih dari 100 persen, terutama untuk perjalanan menuju kota-kota besar.
Kontras Okupansi Arus Mudik dan Balik
Berbeda dengan arus balik yang hampir habis, tiket untuk periode sebelum Lebaran yakni 11 hingga 19 Maret 2026 masih tersedia melimpah. Data menunjukkan rata-rata volume penumpang pada fase tersebut masih berada di bawah angka 50 persen dari kapasitas harian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan tanggal-tanggal dengan okupansi yang masih rendah, khususnya pada periode 11 hingga 19 Maret,” ujar Tohari dalam keterangan tertulisnya.
Data Penjualan dan Kapasitas Kursi
Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang ditetapkan mulai 11 Maret hingga 1 April, Daop 7 Madiun menyediakan total 80.124 tempat duduk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55.147 tiket atau sekitar 69 persen telah terjual, di mana mayoritas pesanan terkonsentrasi pada jadwal 22 Maret hingga 1 April 2026.
Jika menyertakan kereta api jarak jauh yang melintas dan singgah di wilayah Daop 7, total kapasitas mencapai 73.079 kursi. Meski demikian, ketersediaan tiket pada fase arus balik tetap sangat terbatas bagi calon penumpang yang baru akan melakukan pemesanan.
Daftar Okupansi Kereta Api Favorit
Kelas ekonomi menjadi pilihan utama masyarakat tahun ini, didorong oleh program stimulus diskon 30 persen untuk keberangkatan 14-29 Maret 2026. Berikut adalah rincian tingkat okupansi beberapa rangkaian kereta api di wilayah Daop 7 Madiun:
| Nama Kereta Api | Relasi | Tingkat Okupansi |
|---|---|---|
| KA Kahuripan | Blitar–Kiaracondong | 136% |
| KA Brantas (Ekonomi) | Blitar–Pasar Senen | 74% |
| KA Bangunkarta (Ekonomi) | Jombang–Pasar Senen | 73% |
| KA Singasari (Ekonomi) | Blitar–Pasar Senen | 69% |
| KA Brantas Tambahan | Blitar–Pasar Senen | 68% |
Sebagai alternatif, Tohari menyebutkan bahwa KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasar Senen masih memiliki tingkat keterisian di bawah 50 persen. Masyarakat disarankan mempertimbangkan layanan ini untuk perjalanan arus balik yang masih tersedia.
Informasi lengkap mengenai ketersediaan tiket dan jadwal perjalanan ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT KAI Daop 7 Madiun yang dirilis pada 19 Februari 2026.
