Sepak Bola

Tottenham Bersiap Hadapi Atletico Madrid: Igor Tudor Bahas Strategi Intensitas Tinggi dan Kondisi Fisik Tim

Advertisement

Pertemuan sengit di babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 akan tersaji antara Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur. Laga leg pertama yang dijadwalkan pada Rabu, 11 Maret 2026, di Stadion Wanda Metropolitano ini diprediksi menjadi adu taktik antara sepak bola penuh tenaga ala pelatih baru Tottenham, Igor Tudor, melawan gaya pragmatis Diego Simeone.

Duel Taktik di Liga Champions: Intensitas vs. Pragmatisme

Tottenham Hotspur, yang kini diasuh oleh pelatih interim Igor Tudor, akan mengandalkan gaya permainan berintensitas tinggi. Tudor baru saja ditunjuk menggantikan Thomas Frank dan telah melakoni debutnya dengan kekalahan 1-4 dari Arsenal pada Minggu, 22 Februari 2026.

Di sisi lain, Atletico Madrid yang berhasil lolos dari babak play-off Liga Champions setelah menggulung Club Brugge 4-1 di kandang, dikenal dengan sepak bola yang lebih pragmatis di bawah arahan Diego Simeone.

Strategi Igor Tudor dan Tantangan Kebugaran Skuad Spurs

Igor Tudor mengungkapkan bahwa filosofi sepak bola yang diusungnya mengandalkan intensitas tinggi, penjagaan orang per-orang, dan gaya menekan yang agresif. Namun, Tudor menyadari bahwa skuadnya membutuhkan adaptasi dan beberapa pemain mengalami kelelahan fisik akibat padatnya jadwal kompetisi.

Selain itu, sejumlah personel Tottenham masih absen karena cedera, membuat kondisi tim kurang ideal. “Secara fisik, kami tidak dalam situasi yang luar biasa,” kata Tudor seperti dikutip dari Daily Mail.

“Mereka telah memainkan banyak pertandingan dalam periode terakhir tanpa banyak pemain yang tersedia dan kondisi fisik tim telah menurun. Jadi, kita perlu menggunakan periode di mana kita tidak memainkan pertandingan untuk mengisi bahan bakar mesin, sehingga mesin mulai bekerja lebih baik.”

Tudor menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan kebugaran tim agar sesuai dengan strateginya. “Mereka kelelahan dan untuk melakukan pressing tinggi, Anda perlu bugar,” ujarnya.

Advertisement

“Jika seseorang tidak dalam kondisi tepat, ada masalah karena seseorang datang [untuk melakukan pressing] terlambat dan yang kedua, ada gawang lain yang harus dilindungi. Mudah untuk berlari menyerang tetapi Anda perlu berlari kembali, jadi jika Anda berlari maju dan tidak kembali, itu menjadi masalah. Tentu saja, kami akan meningkatkan dan melakukan hal-hal ini dengan lebih baik dari waktu ke waktu, tetapi saat ini pertanyaannya adalah apa yang dapat kita lakukan dan apa yang tidak dapat kita lakukan.”

Rekor Atletico Melawan Tim Berintensitas Tinggi

Pertemuan antara sepak bola intensitas tinggi ala Tudor dengan gaya pragmatis Atletico Madrid akan menjadi sangat menarik. Atletico Madrid sendiri memiliki catatan pernah takluk dari tim dengan intensitas tinggi, seperti saat menghadapi Liverpool di Liga Champions musim 2021-2022.

Saat itu, Liverpool yang dilatih Juergen Klopp dikenal memainkan sepak bola menyerang dengan intensitas tinggi. Hasilnya, dalam dua laga penyisihan grup B Liga Champions 2021-2022, Liverpool berhasil menundukkan Atletico Madrid 2-0 di Anfield dan 3-2 di Stadion Wanda Metropolitano.

Bahkan, kekalahan 2-3 di kandang sendiri membuat pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, enggan menyalami juru taktik lawan, Juergen Klopp, setelah pertandingan.

Jika Igor Tudor mampu memperbaiki performa Tottenham Hotspur dengan cepat, bukan tidak mungkin ia bisa mengulang catatan buruk Atletico Madrid saat menghadapi tim dengan gaya permainan serupa.

Informasi lengkap mengenai persiapan Tottenham Hotspur dan pernyataan Igor Tudor disampaikan melalui laporan media olahraga internasional yang dirilis menjelang pertandingan babak 16 besar Liga Champions.

Advertisement