Teknologi

Tren Emoji 2025: ‘Loudly Crying Face’ Unggul, Mengapa Warganet Indonesia Gemar Ekspresi Berlebihan?

Emoji telah bertransformasi dari sekadar pelengkap pesan menjadi bahasa digital yang kompleks, merefleksikan emosi, konteks, hingga identitas penggunanya. Sepanjang tahun 2025, pola penggunaan emoji di media sosial menunjukkan tren menarik, khususnya di Indonesia. Berdasarkan analisis Explore+, emoji ‘Loudly Crying Face’ menjadi yang paling sering digunakan warganet, menandai pergeseran cara mengekspresikan tawa, keterharuan, dan reaksi berlebihan di ruang digital.

Dominasi ‘Loudly Crying Face’ di Indonesia

Analisis dari laman Meltwater Explore+ mengungkapkan bahwa ‘Loudly Crying Face’ mendominasi penggunaan emoji oleh warganet Indonesia sepanjang tahun 2025. Secara global, emoji ini tercatat muncul sekitar 814 juta kali di media sosial dalam rentang 1 Januari hingga 15 Desember 2025. Indonesia, bersama Filipina dan Afrika Selatan, termasuk dalam kelompok negara dengan tingkat penggunaan ‘Loudly Crying Face’ tertinggi.

Tingginya penggunaan emoji ini menunjukkan pergeseran makna yang signifikan. Emoji yang semula identik dengan kesedihan kini juga digunakan untuk mengekspresikan tawa berlebihan, keterharuan, kekaguman, hingga reaksi emosional yang sulit diwakili oleh kata-kata.

Pergeseran dari Humor Klasik ke Ekspresi Emosional

Dominasi ‘Loudly Crying Face’ menandai pergeseran dari ‘Face with Tears of Joy’, yang selama bertahun-tahun menjadi simbol utama humor di media sosial. Sejak tahun 2024, ‘Loudly Crying Face’ mulai mengambil alih posisi teratas, dan pada tahun 2025 dominasinya semakin menguat.

Analisis kata kunci menunjukkan konteks penggunaan yang luas. Tiga kata yang paling sering muncul bersamaan dengan emoji ini adalah “life” (7,8 juta penyebutan), “everything” (5,8 juta), dan “heart” (5,0 juta). Temuan ini menegaskan bahwa emoji tersebut digunakan untuk menandai luapan emosi, baik positif maupun negatif, dalam satu simbol yang fleksibel.

Sepuluh Emoji Paling Banyak Digunakan Sepanjang 2025

Berdasarkan pelacakan lintas platform melalui Emojitracker, sepuluh emoji yang paling banyak digunakan secara global sepanjang 2025 adalah:

  • Red Heart
  • Check Mark Button
  • Sparkles
  • Fire
  • Loudly Crying Face
  • Face with Tears of Joy
  • Smiling Face with Smiling Eyes
  • Skull
  • Star
  • Heart Hands

Namun, dari sisi konsistensi dan jangkauan lintas platform, ‘Loudly Crying Face’ dan ‘Fire’ menjadi dua simbol yang paling dominan dalam percakapan digital sepanjang tahun.

Perbedaan Pola Penggunaan Antarplatform

Pola penggunaan emoji sangat dipengaruhi oleh platform yang digunakan. Di X, ‘Loudly Crying Face’ mencatat pangsa percakapan sekitar 25,4 persen, unggul tipis dari ‘Fire’ dengan 22 persen. Di Reddit, ‘Loudly Crying Face’ dan ‘Face with Tears of Joy’ hampir seimbang, masing-masing sekitar 30 persen.

YouTube menunjukkan pola yang berbeda, dengan ‘Red Heart’ mendominasi sekitar 34 persen pangsa penggunaan, lebih dari dua kali lipat dibanding emoji terpopuler berikutnya. Sementara itu, Pinterest dikenal sebagai rumah bagi ‘Sparkles’, yang kerap digunakan untuk menandai aspirasi dan estetika visual. Di Sina Weibo, ‘Star’ menjadi emoji yang paling dominan.

Faktor Usia dan Gender dalam Penggunaan Emoji

Analisis demografis menunjukkan bahwa penggunaan emoji juga dipengaruhi oleh usia dan gender. ‘Loudly Crying Face’ lebih banyak digunakan oleh pengguna perempuan, dengan sekitar 74 persen berasal dari kelompok usia 18–24 tahun. Sebaliknya, ‘Fire’ dan ‘Face with Tears of Joy’ cenderung didominasi pengguna laki-laki, masing-masing sekitar 64 persen dan 62 persen.

Emoji ‘Skull’ juga mencatat tingkat penggunaan tertinggi di kalangan pengguna muda, khususnya pada platform berbasis gim dan streaming. Emoji ini sering dipakai untuk mengekspresikan reaksi ekstrem, seperti sesuatu yang sangat lucu atau mengejutkan, meskipun maknanya bisa berbeda bagi generasi yang lebih tua.

Indonesia dalam Peta Global Emoji

Dalam perbandingan antarnegara, ‘Face with Tears of Joy’ masih mendominasi di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Nigeria, dan Ghana. ‘Fire’ menjadi emoji terpopuler di India. Sementara itu, ‘Loudly Crying Face’ menempati posisi teratas di Indonesia, Filipina, dan Afrika Selatan. Kedekatan pola penggunaan antara Indonesia dan Filipina juga terlihat dari tingginya penggunaan ‘Sparkles’, yang mengindikasikan kecenderungan ekspresi emosional dan visual yang kuat di kawasan Asia Tenggara.

Implikasi bagi Komunikasi Digital

Dominasi simbol multifungsi seperti ‘Loudly Crying Face’ dan ‘Fire’ menunjukkan bahwa makna emoji semakin cair dan bergantung pada konteks. Artinya, penggunaannya tidak bisa dilepaskan dari siapa yang menggunakan, di platform apa, dan dalam situasi seperti apa.

Bagi pembuat konten, media, dan pemasar, temuan ini menjadi pengingat bahwa emoji tidak dapat digunakan secara seragam. Pemahaman audiens, platform, dan latar budaya digital menjadi kunci agar pesan tidak meleset atau disalahartikan. Singkatnya, emoji telah menjadi sinyal sosial penting dalam komunikasi digital. Membacanya dengan tepat berarti memahami bagaimana warganet berinteraksi, mengekspresikan diri, dan membangun makna di ruang daring.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui analisis Meltwater Explore+ dan pelacakan Emojitracker yang dirilis sepanjang tahun 2025.