UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain enam laga kepada gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, setelah dinyatakan bersalah menghina penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga playoff Liga Champions pada 17 Februari 2026. Laporan ESPN pada Jumat, 24 April 2026, menyebut hukuman itu sudah termasuk satu pertandingan yang telah dijalani Prestianni pada 25 Februari.
Dari total enam laga, tiga pertandingan berstatus ditangguhkan dan baru berlaku jika Prestianni mengulangi pelanggaran serupa. Dengan ketentuan itu, pemain muda asal Argentina tersebut secara efektif masih harus menjalani dua pertandingan skorsing lagi.
Kronologi insiden di laga Benfica vs Real Madrid
Kasus ini terjadi saat Real Madrid menang 1-0 atas Benfica pada leg pertama playoff Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon. Setelah mencetak gol, Vinicius terlibat percakapan dengan Prestianni dan kemudian melapor kepada wasit Francois Letexier.
Vinicius menyatakan dirinya menerima hinaan bernada rasis dari Prestianni. Wasit lalu menerapkan protokol anti-rasisme UEFA sehingga pertandingan sempat tertunda sekitar 10 menit.
Pengakuan Prestianni dan putusan UEFA
Dalam pemeriksaan UEFA, Prestianni mengaku memanggil Vinicius dengan sebutan maricon, yang dalam bahasa Spanyol berarti homo, bukan mono yang berarti monyet seperti dugaan awal. Karena itu, UEFA memutuskan kasus tersebut sebagai pelanggaran berupa ejekan anti-gay, bukan tindakan rasisme.
Dua pertandingan sanksi yang masih harus dijalani Prestianni berlaku di kompetisi level UEFA dan FIFA. Hukuman itu dinilai lebih ringan karena UEFA dalam kasus yang menimpa Vinicius dapat menjatuhkan larangan bermain hingga lebih dari 10 pertandingan.
Sikap Benfica
Benfica telah mengakui sanksi yang dijatuhkan kepada Prestianni melalui pengumuman resmi klub. Dalam pertandingan yang sama, Benfica juga sebelumnya didenda UEFA akibat hinaan rasis yang dilakukan sejumlah suporternya.
Informasi mengenai sanksi ini dilaporkan ESPN pada 24 April 2026 dan dikonfirmasi melalui pengumuman resmi Benfica terkait hukuman untuk Gianluca Prestianni.
