UFC Freedom 250 akan menampilkan duel utama Ilia Topuria melawan Justin Gaethje untuk perebutan sabuk juara kelas ringan di Gedung Putih, Washington D.C, pada Minggu (15/6). Pertarungan ini kembali menyorot catatan Justin Gaethje yang selalu kalah saat menghadapi juara atau mantan juara UFC.
Topuria datang sebagai pemegang sabuk juara kelas ringan. Ia juga tercatat sebagai pemilik gelar ganda di UFC, yakni sabuk kelas bulu dan ringan, serta belum terkalahkan dengan rekor 17-0.
Duel utama UFC Freedom 250
Ilia Topuria dan Justin Gaethje sama-sama dikenal sebagai petarung papan atas yang berbahaya. Namun, menjelang laga perebutan gelar ini, perhatian tertuju pada rekor Gaethje saat berhadapan dengan lawan-lawan berstatus elite di UFC.
Gaethje merupakan veteran dengan rekor MMA 22-5. Ia juga dua kali menjadi pemenang sabuk interim kelas ringan.
Rekor buruk Gaethje saat menghadapi juara
Dalam lima kekalahannya di MMA, Justin Gaethje selalu tumbang dari petarung yang berstatus juara atau mantan juara UFC. Situasi itulah yang kemudian disebut sebagai semacam “kutukan” yang melekat pada “The Highlight”.
Gaethje kalah dari Eddie Alvarez pada 2018, ketika Alvarez berstatus mantan juara kelas ringan. Pada tahun yang sama, ia juga kalah dari Dustin Poirier, yang sebelumnya merupakan mantan pemegang sabuk interim kelas ringan.
Masih pada 2018, Gaethje kalah dari Khabib Nurmagomedov saat Khabib memegang sabuk juara kelas ringan. Setelah itu, ia kembali kalah dari Charles Oliveira pada 2022, ketika Oliveira berstatus mantan juara kelas ringan.
Kekalahan terakhir Gaethje terjadi pada 2024 dari Max Holloway. Holloway adalah mantan juara kelas bulu, dan dalam pertarungan itu Gaethje juga harus melepaskan sabuk BMF miliknya.
Topuria bawa rekor sempurna
Berbeda dengan Gaethje, Ilia Topuria memasuki UFC Freedom 250 dengan catatan belum pernah kalah. Rekor 17-0 dan statusnya sebagai juara kelas ringan membuat duel ini menjadi ujian besar bagi Gaethje untuk mematahkan tren negatif tersebut.
UFC Freedom 250 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (15/6) di Gedung Putih, Washington D.C. Laga utama Topuria vs Gaethje akan menjadi penentu apakah Gaethje mampu mengakhiri catatan buruknya saat menghadapi juara atau mantan juara UFC.
