Finansial

UMKM Archilla Sumut Tembus Pasar Global: 9 Ton Keripik Pisang Kepok Diekspor ke Malaysia, Bukti Daya Saing

Advertisement

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Archilla asal Sumatera Utara sukses menembus pasar global dengan mengekspor 9 ton keripik pisang kepok senilai Rp270 juta ke Malaysia. Pengiriman produk olahan perkebunan ini secara resmi dilepas pada Sabtu, 27 Februari 2026, dari Kota Tebing Tinggi.

Dukungan Pemerintah Dorong UMKM Berdaya Saing Global

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso yang melepas ekspor tersebut menyatakan, capaian ini membuktikan bahwa UMKM daerah memiliki daya saing dan kualitas yang mampu diterima pasar global. “Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mengikuti jejak menembus pasar ekspor,” kata Budi pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjalankan program UMKM Berani Inovasi SIap Adaptasi (BISA) Ekspor untuk membuka akses pasar internasional bagi UMKM lokal. Program ini dirancang untuk membantu UMKM mengatasi keterbatasan pembeli di luar negeri.

Mendag Budi Santoso menambahkan, Kemendag aktif memfasilitasi UMKM dalam berbagai kegiatan penjajakan bisnis atau business matching yang didukung oleh 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara. Pada tahun 2025, sekitar 1.200 UMKM telah difasilitasi dengan total transaksi mencapai 134,8 juta dollar AS atau sekitar Rp2,2 triliun, di mana 70 persen di antaranya merupakan UMKM yang belum pernah ekspor.

Selain itu, Kemendag juga memiliki program Desa Bisa Ekspor yang memberikan pembinaan bagi desa-desa berpotensi ekspor, mulai dari pelatihan, pengemasan produk, hingga promosi. “Kami ingin UMKM tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global. Baik UMKM besar, menengah, kecil, di kota maupun di desa, semuanya harus punya kesempatan yang sama untuk ekspor,” tegas Budi.

Perjalanan Archilla: Dari Rumahan Menuju Pasar Internasional

Usaha Keripik Pisang Kepok Keling Archilla, yang dimiliki oleh Budiarti, dimulai pada tahun 2016 sebagai bisnis rumahan. Seiring waktu, usaha ini berkembang pesat, menghasilkan berbagai jenis produk, mengantongi legalitas usaha serta sertifikasi halal, dan rutin mengekspor ke Malaysia sejak tahun 2022.

Advertisement

Komitmen Pemprov Sumut dan Harapan Pelaku Usaha

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyampaikan bahwa sektor pertanian, khususnya subsektor komoditas hortikultura dan perkebunan, merupakan tulang punggung perekonomian wilayahnya. Pelepasan ekspor ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumut dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi UMKM.

“Pemerintah Provinsi Sumatra Utara terus mendorong hilirisasi sektor pertanian agar nilai tambah tidak berhenti pada produk mentah, tetapi berkembang menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Surya.

Pemilik Keripik Pisang Kepok Keling Archilla, Budiarti, mengaku telah mengikuti berbagai pelatihan dari pemerintah. Ia berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut untuk memperkuat dan memperluas jangkauan ekspor produk keripik pisangnya. “Harapan kami, ke depan tidak hanya ke Malaysia, tetapi juga bisa menembus negara lain. Kami berharap dukungan dan pendampingan pemerintah dapat terus berlanjut agar produk kami bisa masuk ke pasar seperti Thailand,” tuturnya.

Informasi lengkap mengenai pelepasan ekspor ini disampaikan melalui keterangan resmi Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dirilis pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Advertisement