Penjaga gawang FC Nantes, Anthony Lopes, mendadak viral di jagat maya setelah melakukan aksi heroik yang dianggap sebagai bentuk toleransi tinggi dalam kompetisi Ligue 1 (Liga Perancis). Lopes dilaporkan sengaja memalsukan cedera demi memberikan kesempatan bagi rekan-rekan setimnya untuk membatalkan puasa di tengah pertandingan yang sedang berlangsung.
Momen unik ini terjadi saat FC Nantes bertanding melawan Le Havre di kasta tertinggi Liga Perancis pada akhir pekan lalu di Stadion de la Beaujoire. Di menit ke-74, saat bola keluar lapangan, Lopes tiba-tiba tersungkur dan memegangi area hamstring meski tidak ada kontak fisik dengan pemain lawan.
Aksi Toleransi di Tengah Aturan Ketat Perancis
Taktik ini disinyalir kuat untuk membantu pemain Muslim menyantap hidangan berbuka Ramadhan. Langkah yang diambil oleh skuad Nantes ini disebut-sebut sebagai cara cerdik untuk menyiasati regulasi ketat di Perancis.
Berbeda dengan liga-liga besar Eropa lainnya, badan pengatur sepak bola di negara tersebut tidak mengizinkan adanya jeda pertandingan secara resmi untuk alasan keagamaan. Karena aturan medis menyatakan bahwa penjaga gawang yang mengalami cedera tidak wajib meninggalkan lapangan agar laga tetap berjalan, Lopes mendapatkan perawatan medis di dalam lapangan. Hal ini memastikan bahwa lima pemain Nantes lainnya memiliki waktu yang cukup untuk melipir ke tepi lapangan guna meminum air dan mengonsumsi makanan ringan sebelum laga dilanjutkan kembali.
Kontras Kebijakan di Liga Eropa Lain
Kondisi di Perancis ini sangat kontras dengan kebijakan di Liga Premier Inggris atau Bundesliga Jerman yang sudah mengadopsi jeda singkat untuk berbuka puasa sejak beberapa musim terakhir. Di Inggris, wasit sering kali menghentikan laga sejenak setelah matahari terbenam agar pemain bisa mengisi energi.
Klub-klub besar seperti Liverpool bahkan telah lama melakukan penyesuaian jadwal untuk mendukung kenyamanan pemain mereka. Mantan manajer Juergen Klopp dikenal sangat akomodatif terhadap kebutuhan religius para pemainnya selama masa baktinya di Anfield. Eks bintang mereka, Sadio Mane, pernah mengungkapkan betapa pentingnya dukungan klub selama bulan suci tersebut dalam sebuah wawancara pada tahun 2022.
“Ini tidak mudah karena bermain, berlatih, dan menjalankan Ramadan sama sekali tidak mudah,” kata Sadio Mane kepada beI N SPORTS. “Namun sebelum Ramadan, kami mencoba berbicara dengan kapten Henderson untuk memberi tahu bos bahwa mungkin kami bisa mengubah jadwal dan berlatih di pagi hari. Lebih mudah bagi kami. Jika Anda berlatih di pagi hari, punya waktu untuk beristirahat dan pulang. Jika Anda berlatih sekitar pukul dua atau tiga, itu akan sulit!” tambahnya.
Pemain yang kini membela klub Arab Saudi tersebut juga menekankan bahwa peran staf ahli gizi sangat vital dalam menjaga performa fisik pemain saat tetap menjalankan ibadah. “Pelatih bilang ya dan saya pikir itu membuat segalanya lebih mudah dan kami berusaha melakukan yang terbaik,” jelas Mane. “Saat Ramadan memang berat, tapi menurutku Liverpool berusaha membuat segalanya lebih mudah bagi kami. Kami berkonsultasi dengan ahli gizi kami, Mona, dan terutama sebelum hari pertandingan, dia mempermudah segalanya bagi kami agar kami dapat menjalankan ibadah Ramadan kami,” pungkasnya.
Informasi lengkap mengenai aksi kiper Nantes ini menjadi viral di jagat maya dan banyak dibahas sebagai bentuk toleransi tinggi dalam sepak bola.
