Islami

Uraikan Makna Spiritual Jajanan Lebaran 2026: Dari Kue Klasik hingga Camilan Tradisional yang Paling Dicari

Advertisement

Menjelang Idulfitri 2026, rumah-rumah Muslim di Indonesia bersiap menyambut momen hangat silaturahmi. Tradisi menyajikan jajanan Lebaran menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa Ramadan. Lebih dari sekadar hidangan, suguhan ini memiliki makna spiritual mendalam dalam ajaran Islam dan budaya Nusantara.

Makna Spiritual di Balik Suguhan Lebaran

Dalam ajaran Islam, memuliakan tamu memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah ﷺ bersabda:

Man kâna yu’minu billâhi wal-yaumil âkhir falyukrim dhaifah.

Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim ini menegaskan bahwa barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.

Tradisi menyajikan jajanan Lebaran dapat dimaknai sebagai bagian dari memuliakan tamu dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Allah SWT juga berfirman:

Innamal mu’minûna ikhwatun.

Ayat dari QS. Al-Hujurat: 10 ini menegaskan bahwa kebersamaan di hari raya bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata persaudaraan antar sesama mukmin.

Lebaran adalah momen berbagi kebahagiaan dan menginfakkan apa yang dicintai. Sebagaimana firman Allah SWT:

Lan tanâlul birra hattâ tunfiqû mimmâ tuhibbûn.

Ayat QS. Ali Imran: 92 ini mengajarkan bahwa kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Menyuguhkan makanan terbaik bagi tamu adalah bagian dari memberi yang kita sukai.

Jajanan Lebaran dalam Perspektif Budaya dan Sejarah

Jajanan Lebaran tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga kaya akan nilai budaya. Dalam buku Indonesian Heritage: Food & Drink, Murdijati Gardjito menjelaskan bahwa kue kering dan camilan tradisional menjadi bagian dari identitas kuliner Nusantara saat hari besar keagamaan.

Sajian seperti kastengel, lidah kucing, hingga rengginang mencerminkan pertemuan budaya lokal dan pengaruh kolonial yang membentuk kekayaan kuliner Indonesia. Sementara itu, The Culture Map of Food in Indonesia karya Fadly Rahman menyebutkan bahwa makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga simbol status sosial, keramahan, dan kebersamaan.

Advertisement

Tak heran, jajanan Lebaran selalu hadir dalam ragam rasa manis, gurih, hingga asin untuk mewakili keberagaman selera keluarga Indonesia. Tradisi atau kebiasaan baik (‘urf shahih) yang tidak bertentangan dengan syariat, seperti sajian camilan tradisional saat Lebaran, dapat menjadi bagian dari praktik sosial umat, sebagaimana dijelaskan dalam buku Fiqh al-Sunnah karya Sayyid Sabiq.

Ragam Pilihan Jajanan Lebaran 2026: Klasik hingga Tradisional

Memilih jajanan Lebaran yang tepat dapat menambah semarak suasana Idulfitri. Berikut beberapa pilihan populer yang selalu dicari:

Kue Kering Klasik yang Selalu Dirindukan

  • Kastengel: Kue berbentuk batang dengan taburan keju ini identik dengan Lebaran. Rasanya gurih-asin dengan aroma mentega yang kuat, cocok sebagai suguhan utama atau hampers premium.
  • Lidah Kucing: Kue tipis memanjang ini dikenal sejak era kolonial. Teksturnya renyah dengan rasa manis ringan, sering disukai anak-anak karena ringan dan mudah digigit.
  • Kue Semprit: Berbentuk bunga dengan variasi rasa vanila atau cokelat. Teksturnya lembut namun tetap renyah, cocok mengisi stoples cantik di meja tamu.

Menurut teori perilaku konsumen dalam buku Marketing 4.0 karya Philip Kotler, produk yang mengandung unsur nostalgia memiliki daya tarik emosional tinggi. Kue-kue klasik Lebaran masuk dalam kategori ini karena membangkitkan memori masa kecil dan kebersamaan.

Camilan Tradisional yang Tak Lekang Waktu

  • Biji Ketapang: Camilan khas Betawi ini berbentuk kecil menyerupai biji dengan rasa manis dan tekstur renyah, cocok disantap bersama teh hangat.
  • Akar Kelapa: Bentuknya memanjang menyerupai akar, dengan cita rasa gurih. Biasanya dijual dalam kemasan kiloan, cocok untuk suguhan dalam jumlah besar.
  • Rengginang: Berbahan dasar nasi ketan yang dikeringkan lalu digoreng, rengginang menghadirkan rasa gurih dan tekstur garing. Selain camilan, bisa menjadi pelengkap makan berat.

Kudapan Renyah Favorit Keluarga

  • Keciput: Terbuat dari tepung ketan dan dilapisi wijen. Bentuknya kecil dan renyah dengan rasa gurih.
  • Kuping Gajah: Camilan berbentuk spiral dengan motif cokelat. Teksturnya garing dan cocok disimpan dalam wadah kedap udara agar tetap renyah.
  • Wafer Stik Cokelat: Populer dengan sebutan “astor”, camilan ini memiliki isian cokelat manis dengan kulit wafer yang ringan. Praktis dan digemari semua usia.

Tips Memilih dan Menyimpan Jajanan Lebaran

Agar suguhan tetap berkualitas dan terjaga kerenyahannya saat tamu datang, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Gunakan stoples kedap udara untuk menjaga kerenyahan kue dan camilan.
  • Hindari menyimpan kue di tempat lembap yang dapat merusak tekstur.
  • Pilih bahan berkualitas dan perhatikan tanggal kedaluwarsa jika membeli jajanan di toko.
  • Kombinasikan rasa manis dan gurih agar variasi suguhan lebih menarik bagi tamu.

Menurut buku Ilmu Gizi Kuliner karya Sediaoetama, penyimpanan yang tepat akan menjaga kualitas tekstur dan rasa makanan kering lebih lama, memastikan hidangan tetap prima.

Tren dan Inspirasi Suguhan Lebaran 2026

Tren jajanan Lebaran kini terus berkembang, menawarkan berbagai inspirasi bagi keluarga. Banyak yang mulai mengemas kue dalam konsep hampers estetik, menggabungkan kue klasik dengan camilan tradisional, bahkan menambahkan sentuhan modern seperti cookies premium atau snack sehat rendah gula.

Di balik toples-toples cantik itu, tersimpan makna yang lebih dalam: menyambung hubungan yang mungkin sempat renggang, menguatkan persaudaraan, dan menghadirkan kehangatan di ruang tamu. Pada akhirnya, yang diingat tamu bukan hanya rasa kastengel atau renyahnya rengginang, melainkan suasana kebersamaan yang tercipta di hari kemenangan.

Informasi mengenai makna spiritual dan tradisi jajanan Lebaran ini dihimpun dari berbagai sumber otoritatif, termasuk hadis Nabi Muhammad ﷺ, ayat Al-Qur’an, serta pandangan ulama dan pakar kuliner.

Advertisement