Bulan Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 kembali menghadirkan momen istimewa buka puasa bersama (bukber) yang menjadi ajang mempererat silaturahmi. Selain menjadi waktu untuk melepas dahaga dan lapar, bukber juga menjadi kesempatan untuk tampil rapi dan pantas, selaras dengan nilai-nilai kesopanan dalam Islam. Pemilihan busana yang tepat bukan hanya soal gaya, tetapi juga cerminan identitas diri dan penghormatan terhadap suasana bulan suci.
Memahami Prinsip Berbusana dalam Islam
Dalam Islam, berpakaian bukan sekadar penutup tubuh, melainkan juga bagian dari adab dan keindahan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 31: “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid.”
Ayat ini, seperti dijelaskan dalam berbagai tafsir, sering dijadikan dasar anjuran bagi umat Muslim untuk selalu tampil rapi dan pantas, terutama dalam ibadah atau pertemuan bernilai kebaikan. Menurut M. Quraish Shihab dalam buku Etika Berbusana dalam Islam, fungsi pakaian mencakup menutup aurat, melindungi tubuh, dan menjadi perhiasan (zinah) selama tidak berlebihan.
Prinsip ini menjadi landasan penting saat memilih dresscode bukber, di mana tren mode dapat dipadukan asalkan tetap menjaga kesederhanaan dan kepatutan.
Inspirasi Dresscode Bukber 2026: Gaya Klasik yang Tak Lekang Waktu
Gaya klasik selalu menjadi pilihan aman dan elegan untuk berbagai acara bukber, mulai dari reuni sekolah hingga pertemuan keluarga besar. Konsep White on White, busana serba putih, menjadi favorit karena memberikan kesan bersih, suci, dan selaras dengan nuansa Ramadhan.
Warna putih juga sangat fotogenik, terutama saat terkena cahaya sore menjelang Maghrib, serta mudah dipadukan dengan aksesori minimalis seperti tas cokelat atau sepatu nude. Alternatif lain adalah Earth Tones, kombinasi warna hangat seperti cokelat tua, krem, tan, olive, dan khaki, yang cocok untuk berbagai warna kulit dan memancarkan kesan dewasa serta tenang.
Bagi yang menginginkan tampilan lebih anggun, tema Abaya atau Kaftan Glam dengan potongan longgar dan detail bordir atau aksen payet tipis dapat dipertimbangkan. Model ini sering dipilih untuk bukber kantor atau komunitas formal, menghadirkan nuansa elegan tanpa kesan berlebihan.
Minimalis dan Kasual: Pilihan Anti Ribet untuk Bukber Santai
Tidak semua acara bukber menuntut formalitas. Untuk suasana santai di kafe atau rumah sahabat, dresscode minimalis dan kasual lebih relevan. Tema Smart Casual menawarkan perpaduan kaos polos dengan blazer, cardigan, atau outer ringan, menciptakan tampilan santai namun tetap sopan.
Pria dapat memilih kemeja lengan panjang yang dipadukan dengan celana chino untuk kesan rapi yang tidak kaku. Motif Stripes & Dots dalam palet warna senada juga menarik untuk menciptakan kesan kompak tanpa harus mengenakan model busana yang identik.
Tren Denim on Denim juga populer, memadukan jaket jeans dengan celana atau rok berbahan serupa untuk sentuhan modern dan youthful. Penting untuk memilih potongan yang tetap longgar dan nyaman agar sesuai dengan etika berbusana Islami.
Semi-Formal yang Elegan untuk Acara Resmi
Untuk bukber perusahaan atau acara komunitas yang lebih resmi, tema semi-formal menjadi pilihan tepat. Perempuan dapat mengenakan gamis polos dengan potongan sederhana, dipermanis dengan tambahan belt tipis untuk mempertegas siluet.
Warna-warna seperti navy, maroon, atau sage green memberikan kesan dewasa dan profesional. Sementara itu, pria bisa memilih kemeja dengan detail minimalis, dipadukan celana bahan serta sepatu pantofel atau loafers.
Keserasian warna antaranggota kelompok menjadi kunci utama agar tampilan tetap harmonis, terutama saat diabadikan dalam foto bersama. Menurut Carolyn Mair dalam buku The Psychology of Fashion, pilihan warna dan model pakaian memengaruhi persepsi sosial, di mana busana serasi mampu membangun kesan solid dan meningkatkan rasa kebersamaan.
Nuansa Tradisional yang Berkelas: Membangga Budaya Lokal
Mengangkat tema etnik juga bisa menjadi pilihan dresscode bukber yang unik dan berkelas. Busana berbahan batik, tenun, atau songket dalam warna senada menciptakan kesan formal sekaligus membanggakan warisan budaya lokal.
Batik modern dengan potongan gamis atau tunik dapat membuat tampilan tetap kontemporer dan anggun. Untuk pria, kemeja batik lengan panjang atau pendek dapat disesuaikan dengan tingkat formalitas acara.
Tema ini tidak hanya menawarkan estetika visual yang menarik, tetapi juga sarat makna, menggabungkan identitas budaya dengan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Menjaga Batasan: Kesederhanaan adalah Kunci
Terlepas dari tema atau gaya busana yang dipilih, prinsip kesederhanaan tetap menjadi pegangan utama dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Makanlah, minumlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah tanpa kesombongan dan tanpa berlebihan.” (HR. Ahmad).
Hadis ini menegaskan bahwa keindahan dalam Islam tidak identik dengan kemewahan yang berlebihan. Busana terbaik adalah yang membuat pemakainya nyaman, menutup aurat, dan menjaga adab serta etika.
Pada akhirnya, bukber adalah tentang pertemuan, tawa, dan cerita yang terjalin kembali. Dresscode hanyalah pelengkap yang dapat menjadi simbol kekompakan dan penghormatan terhadap momen sakral ini. Dengan memilih konsep yang tepat, acara buka bersama akan terasa lebih berkesan, tidak hanya di kamera, tetapi juga di hati.
Berbagai inspirasi dresscode bukber ini dihimpun dari sumber-sumber gaya hidup dan mode, serta diselaraskan dengan panduan etika berbusana dalam Islam yang merujuk pada dalil Al-Qur’an, Hadis, dan kajian ulama.
