Virgil van Dijk menegaskan tidak khawatir menghadapi cuaca panas di Amerika Serikat menjelang laga Timnas Belanda melawan Jepang pada Piala Dunia 2026. Bek Belanda itu menilai dirinya dan rekan-rekannya sudah terbiasa bermain dalam kondisi serupa saat menjalani tur pramusim bersama klub.
Pertandingan Belanda vs Jepang dijadwalkan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, pada Senin (15/6/2026) dini hari WIB. Arlington berada di wilayah Texas, salah satu negara bagian di selatan AS yang dapat mengalami suhu sangat tinggi pada musim panas.
Kondisi cuaca di lokasi pertandingan
Cuaca musim panas di AS berbeda dengan Eropa yang disebut jauh lebih hangat. Secara umum, suhu panas di AS rata-rata berada di kisaran 21-24 derajat Celsius, tetapi dapat meningkat drastis di sejumlah daerah.
Di wilayah selatan seperti Texas dan Florida, serta kawasan gurun di bagian barat daratan AS, suhu bahkan bisa mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Kondisi ini dinilai berisiko membuat pemain lebih cepat lelah dan mengalami dehidrasi, yang kemudian dapat memengaruhi performa di lapangan.
Van Dijk sebut pemain Belanda sudah terbiasa
Menanggapi situasi tersebut, Van Dijk memilih tidak ambil pusing. Ia mengatakan pengalaman pramusim di AS maupun Asia membuat para pemain terbiasa menghadapi suhu tinggi dan kelembapan yang serupa.
“Ada banyak tepat di Asia, suhunya mirip-mirip lah. Benar-benar lembab,” ujar Van Dijk seperti dilansir ESPN.
Menurut Van Dijk, tantangan cuaca panas bukan hanya dihadapi Belanda. Ia menekankan seluruh tim yang bermain di turnamen ini harus beradaptasi secepat mungkin dengan kondisi setempat dan ritme pertandingan.
“Tapi, ini berlaku juga untuk semua tim. Anda harus beradaptasi cepat, dan juga beradaptasi dengan pertandingan.. Kami pasti siap,” sambungnya.
Laga Belanda kontra Jepang menjadi salah satu pertandingan yang digelar di AS dalam rangkaian Piala Dunia 2026. Dengan lokasi pertandingan di Texas, faktor cuaca diperkirakan menjadi salah satu aspek penting yang akan dihadapi para pemain di lapangan.
