Penguatan Indeks Utama dan Peran Teknologi
Indeks S&P 500 ditutup naik 0,81 persen, mencapai posisi 6.946,13. Sementara itu, Nasdaq Composite menguat 1,26 persen ke angka 23.152,08. Dow Jones Industrial Average juga bertambah 307,65 poin atau 0,63 persen, ditutup pada 49.482,15.
Saham Nvidia menjadi salah satu pendorong utama, naik 1,4 persen menjelang rilis laporan keuangannya yang dijadwalkan setelah penutupan pasar. Laporan ini dinanti di tengah penyesuaian valuasi tinggi saham teknologi dan meningkatnya skeptisisme terhadap belanja modal AI yang besar dari perusahaan hyperscaler.
Analisis Pasar dari Para Ahli
Ulrike Hoffmann-Burchardi, chief investment officer untuk kawasan Amerika dan kepala global ekuitas di UBS, menyatakan bahwa kepercayaan pasar dalam beberapa hari ke depan sebagian akan bergantung pada laporan laba Nvidia. Ia menambahkan, dengan pengumuman peningkatan belanja modal oleh hyperscaler, pasar memperkirakan produsen chip ini akan membukukan proyeksi pendapatan di atas konsensus disertai pertumbuhan penjualan yang kuat.
Michael Rosen, chief investment officer di Angeles Investment Advisors, mengingatkan investor untuk tidak meremehkan CEO Jensen Huang, yang dinilai memainkan kartunya dengan sangat baik. Rosen juga melihat reli terbaru saham Nvidia, yang mencatat kenaikan empat hari berturut-turut, sebagai peluang ambil untung bagi sebagian pelaku pasar di Wall Street.
Rosen menilai kekhawatiran investor terkait perangkat lunak dan AI “sedikit berlebihan”. Menurutnya, pasar kini bergerak dari sekadar memasukkan semuanya ke dalam satu kategori dan mendorongnya naik, menjadi lebih selektif dalam menilai perusahaan mana yang lebih siap dibanding yang lain. Ia juga mengamati bahwa fase pasar “jual dulu, tanya belakangan” telah bergeser ke fase “tanya belakangan,” di mana “segala sesuatunya mungkin tidak semenakutkan sebelumnya.”
Sektor Perangkat Lunak dan Katalis Lain
Saham Oracle, yang juga aktif di sektor kecerdasan buatan, melonjak 1 persen. Kenaikan ini terjadi setelah Oracle mendapat peningkatan peringkat (upgrade) dari Oppenheimer, yang menilai profil risiko-imbal hasilnya menarik pasca-koreksi sebelumnya.
Sektor perangkat lunak secara keseluruhan memperpanjang reli dari sesi sebelumnya. iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) yang sebelumnya naik hampir 2 persen, melonjak 3 persen pada Rabu, didorong oleh penguatan saham seperti Palantir Technologies dan Microsoft.
Pada Selasa, indeks-indeks utama Wall Street juga menguat setelah kekhawatiran tentang disrupsi AI di berbagai industri mereda. Hal ini didukung oleh peluncuran konektor dan plug-in baru dari Anthropic untuk alat pekerja pengetahuannya, Claude Cowork, yang memungkinkan perusahaan menghubungkan alat AI tersebut dengan aplikasi yang sudah ada seperti Google Drive.
Isu Geopolitik dan Kebijakan Domestik AS
Secara terpisah, investor pekan ini juga mencermati ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pada akhir pekan lalu, Presiden Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif global hingga 15 persen, namun pada Selasa diberlakukan tarif 10 persen untuk impor global.
Dalam pidato kenegaraan (State of the Union) pada Selasa malam, Presiden Trump memaparkan kondisi ekonomi yang menurutnya kuat. Ia juga mengumumkan proposal untuk memberikan pekerja akses ke rekening pensiun yang didukung pemerintah serta kembali menyerukan larangan bagi investor institusi besar membeli rumah tapak (single-family homes).
Informasi lengkap mengenai pergerakan pasar saham ini disampaikan melalui laporan pasar yang dirilis pada Kamis, 26 Februari 2026.
