Content: / /

Pertemuan Delegasi Jawa Timur Membahas Peningkatan Kerjasama TTI dengan Pengusaha Rusia

Bisnis

01 Agustus 2019
Pertemuan Delegasi Jawa Timur Membahas Peningkatan Kerjasama TTI dengan Pengusaha Rusia

Pertemuan antara delegasi Jawa Timur dengan pengusaha Jawa Timur

LiraMedia.co.id, MOSCOW - Peningkatan kerjasama perdagangan dan investasi menjadi pembahasan utama yang diangkat Mr Dr Ir Jamhadi, MBA, dalam pertemuan antara delegasi Jawa Timur dan Moscow, Rusia. Pertemuan tersebut berlangsung di Moscow pada Rabu waktu setempat, 31 Juli 2019.

Nilai perdagangan antara Jawa Timur dan Rusia pada tahun 2015 tercatat untuk ekspor sebesar USD 77,16 juta, nilai impor sebesar USD 258,19 juta, dan defisit USD 181,03 juta. Pada tahun 2016, nilai ekspor Jawa Timur ke Rusia sebesar USD 79,69 juta, impor sebesar USD 222,65 juta, defisit sebesar USD 142,96 juta.

Lalu pada tahun 2017, nilai ekspor sebesar USD 87,11 juta, impor USD 398,72 juta. Defisit USD 311,61 juta. Dan tahun 2018, nilai ekspor USD 142,27 juta, impor USD 418,25 juta.

Nilai perdagangan Jawa Timur dan Rusia masih defisit USD 275,98 juta. Sampai Februari 2019 ini, nilai ekspor Jawa Timur ke Rusia sebesar USD 23,12 juta, impor USD 88,06 juta. Dan masih defisit USD 64,94 juta.

Adapun komoditi impor utama dari Rusia ialah pupuk, besi dan baja, garam, sulfur, jeruk nipis, ikan dan udang, aluminimun, kertas karton, bahan dari kertas, bahan kimia organik, kopi, teh, rempah-rempah, kayu dan barang dari kayu.

Sedangkan 10 komoditi ekspor ialah alas kaki, lemak dan minyak hewan, kimia organik, kendaraan dan spare part, kapas, kayu, bahan dari kayu, bahan dari kapas, tali, karton, aneka kimia, karet dan bahan dari karet.

Jamhadi dalam pertemuannya dengan pengusaha dan pejabat Rusia menyatakan keinginannya agar pengusaha Rusia berinvestasi ke Jawa Timur. Selain itu, perdagangan juga ditingkatkan karena banyak produk-produk dan komoditi unggulan dari Jawa Timur bisa memenuhi kebutuhan penduduk Rusia.

Keinginan Jamhadi itu disampaikan kepada pengusaha dan pejabat Rusia, seperti Mr Popov Alexander (Chairman Moscow Chamber of Commerce and Industry), Mr Suren O Vardanyan (Vice Presiden Moscow Chamber of Commerce), Mr Mikhail Kuritsyn (Chairman Rusia-Indonesia Business Council), dan beberapa lainnya.

"Kami sangat senang jika hubungan kerjasama antara Jawa Timur dengan Rusia yang terjalin baik bisa ditingkatkan. Baik itu kerjasama di sektor perdagangan, investasi, wisata, atau dikenal sebagai TTI (trade, tourims, investment), maupun sektor-sektor lainnya," ungkap Jamhadi, sebagai Tim Ahli KADIN Jawa Timur.

Untuk menarik pengusaha Rusia berinvestasi di Jawa Timur, Jamhadi menyebutkan beberapa kemudahan investasi. Beberapa diantaranya ialah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berhasil mengimplementasikan PPP scheme (skema kerjasama Private Public Partnership).

"Kerjasama skema PPP sudah diterapkan dalam proyek pengadaan air Umbulan. Setidaknya, sektor lain bisa dilaksanakan dengan pola yang sama," jelas Jamhadi, Direktur Utama PT Tata Bumi Raya ini.

Selain skema PPP, kemudahan lain yang disebutkan Jamhadi ialah penerapan online single submission (OSS) dan sistem East Java Investment Super Corridor (EJISC).

"EJISC ini memberikan informasi yang dibutuhkan para investor seperti lahan investasi, sehingga memudahkan para investor berinvestasi ke Jawa Timur. Sistem perijinan OSS dan EJISC juga menjadi salah satu faktor yang membuat investor masuk Jatim," ungkap Jamhadi.

Dalam pertemuan itu, Jamhadi juga menyampaikan pandangannya tentang peringkat kemudahan berinvestasi antara Rusia dan Indonesia. Dijelaskan Jamhadi, easy doing business Indonesia diperingkat 73, dan Rusia peringkat 31.

Lain halnya competitivness Indonesia dan Rusia berdasarkan World Economic Forum Global. Dari competitivness, Indonesia di peringkat 45 dan Rusia peringkat 43.

"Dan berdasarkan The Heritage Foundation, economic freedom Indonesia diperingkat 56, sedangkan Rusia peringkat 98. Serta oleh Numbeo, cost of living Indonesia berada di peringkat 98 dan Rusia 96," jelas Jamhadi.

Jamhadi mendorong agar pengusaha Rusia bisa segera berkunjung ke Jawa Timur untuk mengetahui lebih lanjut tentang potensi-potensi yang ada di Jawa Timur. Terlebih, upaya memudahkan investor masuk ke Jawa Timur itu didukung oleh Pemprov Jawa Timur dan DPRD Jawa Timur.

Dari Pemprov Jatim dan DPRD Jawa Timur turut hadir dalam pertemuan dengan pengusaha dan pejabat di Rusia tersebut. Dari Pemprov Jatim ialah Ibu Dr Andro Meda dari Dinas Penanaman Modal (DPM) Jawa Timur.

Dari DPRD Jawa Timur meliputi Mr Kodrat Sunyoto, Mr Giyanto, Mr Akik Zaman, Mr Kusnadi, Mrs Maslachah, Mrs Anisa Syakur, Mr Mahud, Mr Malik Effendi. Juga hadir pelaku usaha dari KADIN dan UMKM.

"Dari DPRD Jawa Timur dinyatakan bahwa mereka siap memberikan garansi kemudahan investasi kepada pengusaha Rusia umumnya dan Moskow khususnya, baik masuk ke sektor perdagangan, investasi, dan wisata," ungkap Jamhadi, Ketua KADIN Surabaya. (did)

Tinggalkan Komentar