Laporan yang dirilis pada Selasa (17/2/2026) tersebut menganalisis 36 bandara utama di 21 negara dengan melibatkan survei terhadap 4.000 penumpang. Hasil studi menunjukkan bahwa Gen Z dan milenial membelanjakan uang hingga 3,5 kali lebih banyak dibandingkan generasi baby boomers saat berada di bandara.
Dominasi Belanja Generasi Muda
Milenial tercatat sebagai kelompok dengan pengeluaran tertinggi per penumpang dengan indeks belanja mencapai 378. Posisi tersebut disusul oleh Gen Z yang memiliki indeks belanja sebesar 312. Sebaliknya, generasi yang lebih tua seperti Gen X dan baby boomers menunjukkan tingkat pengeluaran yang relatif lebih rendah.
“Generasi muda tidak lagi melihat bandara hanya sebagai tempat transit, tetapi sebagai bagian dari pengalaman konsumsi dan gaya hidup,” ujar Baronci dalam laporan resmi tersebut.
Preferensi Produk Mewah dan Elektronik
Terdapat perbedaan signifikan dalam kategori barang yang dibeli oleh setiap generasi. Gen Z dan milenial cenderung mengincar produk premium seperti barang mewah, parfum, kosmetik, dan perangkat elektronik. Data menunjukkan Gen Z memiliki kemungkinan empat kali lebih besar untuk membeli barang elektronik dan 2,5 kali lebih besar untuk membeli barang mewah dibandingkan baby boomers.
Di sisi lain, baby boomers tetap mendominasi kategori tradisional. Kelompok ini tercatat 2,5 kali lebih mungkin membeli produk alkohol dibandingkan Gen Z. Tren global juga menunjukkan penurunan minat terhadap produk tembakau, sementara kategori elektronik dan barang premium terus mengalami pertumbuhan margin keuntungan bagi operator bandara.
Pola Perjalanan Bleisure dan Keputusan Impulsif
Munculnya tren bleisure travel atau penggabungan perjalanan bisnis dan rekreasi turut memengaruhi durasi waktu tunggu di terminal. Sebanyak 25 persen milenial dan 22 persen Gen Z tercatat melakukan pola perjalanan ini, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan Gen X (15 persen) dan baby boomers (4 persen).
Meskipun akrab dengan teknologi digital, mayoritas pembelian di bandara masih terjadi secara fisik dan spontan. Studi ACI menemukan sekitar 70 persen pembelian bersifat impulsif, di mana faktor harga, promosi, dan ketersediaan produk menjadi pendorong utama keputusan konsumen di lokasi.
Transformasi Model Bisnis Bandara
Pendapatan non-penerbangan kini menjadi tulang punggung finansial bagi banyak pengelola bandara. Di kawasan Timur Tengah, sektor ini menyumbang 43,3 persen dari total pendapatan pada tahun 2023. Komponen duty free bahkan berkontribusi lebih dari 50 persen pendapatan di beberapa negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman.
Stefano Baronci menegaskan bahwa asumsi tradisional mengenai volume penumpang tidak lagi menjadi satu-satunya indikator kinerja komersial. Pendapatan kini semakin bergantung pada profil demografi siapa yang bepergian. Selain itu, setiap peningkatan 1 persen dalam kepuasan penumpang ditemukan dapat meningkatkan pendapatan non-penerbangan sebesar 1,5 persen.
