Ekonomi Thailand mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,4 persen sepanjang tahun 2025, melampaui proyeksi awal yang ditetapkan pemerintah. Capaian ini didorong oleh penguatan investasi swasta, konsumsi domestik yang resilien, serta pemulihan signifikan pada sektor pariwisata.
Detail Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi
Berdasarkan data resmi National Economic and Social Development Council (NESDC) yang dirilis Selasa (17/2/2026), Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand pada kuartal IV 2025 meningkat 2,5 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan percepatan dibandingkan ekspansi 1,2 persen pada kuartal sebelumnya.
Sektor investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan total mencapai 8,1 persen pada kuartal terakhir, menandai kenaikan tertinggi dalam satu dekade. Investasi swasta sendiri naik 6,5 persen, yang didominasi oleh pengadaan mesin industri dan peralatan kantor.
Konsumsi Domestik dan Dampak Insentif Fiskal
Konsumsi rumah tangga menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan sebesar 3,3 persen. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan kendaraan menjelang berakhirnya program subsidi kendaraan listrik (EV) dari pemerintah Thailand.
Pengeluaran untuk barang tahan lama bahkan melonjak hingga 12,2 persen pada tiga bulan terakhir tahun 2025. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen serta percepatan belanja masyarakat sebelum berakhirnya berbagai insentif fiskal.
Kinerja Ekspor dan Surplus Perdagangan
Di sektor perdagangan luar negeri, Thailand mencatatkan performa impresif pada komoditas teknologi. Ekspor peralatan telekomunikasi melonjak 83 persen, sementara ekspor komputer meningkat hingga 91 persen.
Meskipun demikian, beberapa sektor tradisional mengalami tekanan, seperti ekspor mobil penumpang yang turun 36,2 persen serta tantangan harga pada komoditas beras dan karet. Secara akumulatif, Thailand tetap membukukan surplus perdagangan sebesar 23,3 miliar dollar AS sepanjang 2025.
Proyeksi Ekonomi dan Peran Pariwisata 2026
Memasuki tahun 2026, NESDC menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang moderat di kisaran 1,5 persen hingga 2,5 persen, dengan titik tengah 2 persen. Sektor pariwisata diprediksi akan kembali menjadi tulang punggung ekonomi, mengingat kontribusinya yang mencapai 12 persen terhadap PDB sebelum masa pandemi.
Sekretaris Jenderal NESDC, Danucha Pichayanan, menyatakan bahwa momentum pertumbuhan akan dijaga melalui konsumsi swasta yang berkelanjutan dan peningkatan belanja modal pemerintah. “Momentum pada tahun 2026 akan dipertahankan oleh konsumsi swasta yang berkelanjutan, pemulihan di sektor pariwisata dan jasa yang vital, serta peningkatan belanja modal pemerintah,” ujar Pichayanan.
Informasi mengenai perkembangan ekonomi ini merujuk pada laporan resmi National Economic and Social Development Council (NESDC) Thailand dan data yang dihimpun dari Bangkok Post serta Nation Thailand.
