PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melaporkan pertumbuhan penjualan bersih mencapai Rp 7,253 triliun sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini meningkat 1,9 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp 7,118 triliun, yang didorong oleh stabilitas permintaan pelanggan serta implementasi berbagai inisiatif strategis perusahaan secara konsisten.
Peningkatan Laba Bruto dan Optimalisasi Produk
Selain pertumbuhan penjualan, emiten ritel pengelola Hypermart ini mencatat peningkatan laba bruto sebesar 2,8 persen menjadi Rp 1,267 triliun pada 2025, naik dari Rp 1,232 triliun pada 2024. Perbaikan ini mencerminkan penguatan struktur margin perusahaan melalui optimalisasi bauran penjualan dan peningkatan relevansi produk terhadap kebutuhan pelanggan.
CEO MPPA, Adrian Suherman, menyatakan bahwa kinerja tahun 2025 menunjukkan kemajuan signifikan dalam memperkuat fundamental bisnis. “FY 2025 mencerminkan kemajuan berkelanjutan kami dalam memperkuat fundamental MPPA. Kami mencatat pertumbuhan penjualan yang moderat dan peningkatan margin melalui pengelolaan biaya yang disiplin serta perbaikan strategi merchandising,” ujar Adrian dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/2/2026).
Kinerja Operasional dan Investasi Strategis
Meskipun penjualan tumbuh, MPPA mencatat laba operasional sebesar Rp 26,083 miliar pada 2025, mengalami penurunan 23,1 persen dibandingkan Rp 33,921 miliar pada tahun 2024. Penurunan ini disebabkan oleh investasi berkelanjutan pada inisiatif operasional, termasuk inovasi format ritel baru dan penyegaran penawaran produk untuk menjaga daya saing jangka panjang.
Di sisi lain, perusahaan mencatat rugi bersih sebesar Rp 152,195 miliar pada 2025, meningkat dari rugi Rp 118,112 miliar pada tahun sebelumnya. Manajemen menjelaskan bahwa kerugian tersebut dipengaruhi oleh beban non-operasional, sementara aktivitas operasional inti ritel tetap menunjukkan stabilitas dan ketahanan bisnis di tengah dinamika pasar.
Transformasi Melalui Rebranding dan Digitalisasi
Momentum transformasi bisnis MPPA dinilai semakin kuat sejak peluncuran inisiatif rebranding pada 28 Agustus 2025. Program ini memberikan dampak positif terhadap keterlibatan pelanggan dan relevansi merek di pasar ritel modern Indonesia. Adrian menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemangku kepentingan.
Fokus Efisiensi dan Ekspansi Selektif
Ke depan, MPPA akan mempercepat strategi yang berorientasi pada pelanggan dengan memastikan ketersediaan produk segar dan kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau. Perusahaan juga berencana melakukan ekspansi secara selektif ke wilayah yang masih memiliki potensi pasar ritel modern atau underserved market.
- Peningkatan produktivitas gerai dan penyempurnaan pilihan produk.
- Penguatan kapabilitas rantai pasok untuk efisiensi operasional.
- Peningkatan keterlibatan digital guna mendukung daya saing bisnis.
- Optimalisasi layanan pelanggan di seluruh jaringan ritel terintegrasi.
Informasi lengkap mengenai kinerja keuangan dan rencana strategis perusahaan ini disampaikan melalui laporan tahunan PT Matahari Putra Prima Tbk yang dirilis secara resmi pada 17 Februari 2026.
