Ahli Gizi Toto Sudargo dan DKPP Jabar Jelaskan Manfaat Ubi Berbeda Warna untuk Kesehatan Optimal
Ubi jalar, salah satu komoditas pangan populer, ternyata menyimpan rahasia nutrisi yang beragam di balik setiap warnanya. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat (DKPP Jabar) serta ahli gizi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, menjelaskan bahwa perbedaan warna ubi mencerminkan kandungan gizi dan manfaat kesehatan yang spesifik.
DKPP Jabar melalui unggahan Instagram resminya pada Kamis (22/1/2026) menyebutkan, ada empat warna ubi dengan kandungan gizi berbeda-beda, yakni ungu, kuning, merah, dan putih. “Betul banget! Warna ubi jalar mencerminkan kandungan fitonutrien yang berbeda, sehingga manfaat kesehatannya pun beragam,” tulis keterangan unggahan tersebut. Unggahan itu juga mengajak masyarakat untuk mengenali manfaat tiap warna dan memilih sesuai kebutuhan tubuh.
Variasi Warna Ubi dan Kandungan Fitonutriennya
Menurut DKPP Jabar, ubi ungu kaya akan antioksidan bernama antosianin yang bermanfaat dalam diet sehat. Sementara itu, ubi berwarna kuning mengandung beta karoten tinggi yang baik untuk anak dan ibu hamil. Ubi merah memiliki kandungan serat dan antioksidan yang banyak dan baik untuk jantung. Ubi putih tinggi akan karbohidrat dan serat yang berguna bagi pekerja dan diet energi.
Penjelasan Ahli Gizi Mengenai Kandungan Spesifik
Ahli gizi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, membenarkan bahwa perbedaan warna ubi menandakan kandungan nutrisi tertentu yang lebih dominan dibandingkan ubi berwarna lainnya. Toto menjelaskan kepada Kompas.com pada Selasa (27/1/2026), secara umum, setiap 100 gram ubi mengandung sekitar 1,3 sampai 1,4 gram protein dan lemak yang kecil, sekitar 0,2-0,3 gram. Kandungan energi ubi per 100 gram berkisar antara 315 hingga 320 kilokalori (kkal), serta jumlah kalium dan sodium yang sama pada semua warna ubi.
“Kalau ubi putih itu, biasanya adalah kandungan karbohidratnya lebih tinggi,” tutur Toto. Karbohidrat ini mampu memberikan energi dan cadangan energi bagi tubuh. Bersama serat, karbohidrat juga mendukung kelancaran sistem pencernaan, melindungi otot, dan menjaga ketajaman daya ingat.
Untuk ubi ungu, Toto menyebutkan, “Lalu ubi yang ungu, itu lebih tinggi kandungan antosianin antioksidan.” Antioksidan ini bermanfaat melawan radikal bebas, melindungi sel dari kerusakan oksidatif yang memicu peradangan, sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Senyawa antioksidan pada ubi ungu juga diketahui mampu menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, serta meningkatkan fungsi kognitif.
“Tetapi pada ubi kuning atau oranye, lebih tinggi kandungan provitamin A beta karotennya,” ujar Toto. Beta karoten dalam ubi akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh, berfungsi sebagai antioksidan kuat. Ini penting untuk mencegah kekurangan vitamin A yang esensial bagi tumbuh kembang anak dan mendukung peningkatan fungsi penglihatan.
“Untuk ubi merah tinggi serat. Sesungguhnya pada semua ubi itu adalah kandungan seratnya cukup tinggi,” tutur Toto. Secara umum, kandungan serat pada setiap 100 gram ubi berkisar antara lima hingga enam gram.
Ubi sebagai Alternatif Pengganti Nasi
Lebih lanjut, Toto Sudargo mengungkapkan bahwa ubi, baik berwarna putih hingga merah, sangat baik untuk menjadi pengganti nasi. “Sangat-sangat menjadi pengganti nasi. Karena apa? Karena ubi itu adalah mempunyai indeks glikemik yang rendah,” katanya.
Indeks glikemik (IG) rendah menandakan bahwa sumber makanan tersebut tidak membuat lonjakan gula darah signifikan. Makanan dengan IG rendah akan dicerna secara lambat, sehingga membantu menjaga gula darah tetap stabil. Selain itu, Toto menjelaskan, kandungan kalori ubi lebih rendah dibandingkan nasi. “Per 100 gram ubi itu sekitar 300 kilokalori kan? Itu 300 (kilokalori) itu sama dengan sepiring nasi,” jelasnya. Ubi juga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama karena kandungan seratnya yang tinggi.
Informasi mengenai perbedaan kandungan gizi dan manfaat ubi ini disampaikan melalui unggahan resmi DKPP Jabar pada 22 Januari 2026 dan penjelasan ahli gizi Toto Sudargo kepada Kompas.com pada 27 Januari 2026.