Berita

AI Kini Jadi Solusi Baru Bantu Orang Tua Susun Rutinitas Efektif bagi Anak ADHD dan Sulit Fokus

Anak-anak dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) atau kesulitan fokus seringkali menghadapi tantangan dalam memusatkan perhatian, menunjukkan aktivitas berlebih, dan bertindak spontan. Kondisi perkembangan saraf ini, yang umumnya teridentifikasi sebelum usia 12 tahun, dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari di rumah maupun lingkungan sekolah. Untuk mengatasi hal ini, rutinitas harian yang terstruktur terbukti efektif membantu anak memahami urutan kegiatan dan mengurangi kebingungan.

Salah satu inovasi yang dapat dimanfaatkan orang tua adalah menyusun jadwal harian dengan bantuan prompt AI. Instruksi tertulis ini memungkinkan sistem kecerdasan buatan untuk menghasilkan jadwal yang disesuaikan dengan jam sekolah, waktu istirahat, durasi fokus anak, serta aktivitas pendukung lainnya.

Memahami ADHD dan Pentingnya Rutinitas Terstruktur

ADHD bukan disebabkan oleh pola asuh tertentu, melainkan berkaitan erat dengan perkembangan otak anak. Tanda-tanda kondisi ini dapat mulai terlihat sejak usia dini, bahkan sekitar 3 tahun, meskipun banyak anak baru teridentifikasi pada usia 6 hingga 12 tahun saat tuntutan belajar dan aturan sekolah semakin kompleks.

Dalam menghadapi tantangan ini, rutinitas harian yang teratur menjadi krusial. Struktur yang jelas membantu anak dengan ADHD memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya, sehingga mengurangi kecemasan dan meningkatkan kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam aktivitas.

Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Jadwal Harian Optimal

Prompt AI adalah perintah tertulis yang diberikan kepada sistem kecerdasan buatan untuk menghasilkan jadwal harian berdasarkan kebutuhan spesifik. Untuk anak dengan ADHD atau kesulitan fokus, prompt AI sebaiknya mencakup beberapa informasi kunci.

Informasi tersebut meliputi rentang jam aktivitas anak (termasuk sekolah, terapi, atau ekstrakurikuler), jenis aktivitas yang diperlukan (waktu belajar, istirahat, latihan keterampilan, waktu bebas), batasan konsentrasi anak, serta struktur kegiatan dari pembukaan hingga penutup hari. Dengan parameter ini, AI dapat menyusun jadwal yang runtut, mudah dibaca, dan siap dicetak atau diubah ke format spreadsheet.

Contoh Prompt AI untuk Anak Usia Sekolah

Berikut adalah contoh prompt AI dalam Bahasa Indonesia yang dapat digunakan untuk anak usia sekolah:

“Berperanlah sebagai perencana daily routine untuk anak yang mengalami ADHD atau kesulitan fokus. Saya ingin menyusun jadwal harian untuk anak usia [USIA ANAK] yang memiliki jadwal sekolah tetap dari pukul [JAM MULAI SEKOLAH] sampai [JAM SELESAI SEKOLAH]. Jika anak mengikuti kegiatan tambahan seperti terapi, les, atau ekstrakurikuler, kegiatan tersebut berlangsung pada pukul [JAM MULAI KEGIATAN TAMBAHAN] sampai [JAM SELESAI KEGIATAN TAMBAHAN] dan dianggap sebagai kegiatan tetap yang tidak perlu dipecah menjadi aktivitas lain. Tolong susun daily routine di luar jam sekolah dan kegiatan tambahan, mulai dari pukul [JAM MULAI HARI] hingga [JAM SELESAI HARI], yang mencakup rutinitas pagi, waktu belajar terstruktur dengan durasi fokus yang realistis, waktu istirahat dan makan, waktu latihan keterampilan atau tugas ringan, waktu bebas yang terencana, serta kegiatan penutup sebelum tidur. Buat jadwal yang teratur, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan anak yang memiliki kesulitan fokus. Sajikan hasilnya dalam bentuk tabel rapi seperti format spreadsheet Excel dengan kolom Waktu, Jenis Kegiatan, Nama Aktivitas, Tujuan, Durasi yang Disarankan, dan Catatan untuk Orang Tua atau Guru, menggunakan bahasa Indonesia yang jelas serta format tabel yang siap disalin atau diekspor ke Excel, PDF, atau JPG.”

Contoh Prompt AI untuk Anak Usia Prasekolah

Untuk anak yang belum sekolah, prompt AI dapat disesuaikan seperti contoh berikut (dalam Bahasa Inggris):

“Please act as a daily routine planner for a child with attention difficulties or ADHD. I would like to create a daily schedule for a child aged [CHILD’S AGE]. The child has regular activities, [SUCH AS THERAPY OR ETC], that run from [START TIME] to [END TIME] and should be treated as a fixed block of time. Please create a daily routine outside of therapy, from [DAY START TIME] to [DAY END TIME], including a morning routine, structured learning time with realistic short focus durations, breaks and meals, time for skill practice or light tasks, planned free time, and an end-of-day routine before bedtime. Make the schedule clear, organized, and suitable for children with attention challenges. Present the result in a neat table format similar to an Excel spreadsheet with columns Time, Activity Type, Activity Name, Objective, Recommended Duration, and Notes for Parents or Teachers, using clear and simple language and ensuring the table can be copied or exported as Excel, PDF, or JPG.”

Penyesuaian dan Manfaat Jangka Panjang

Meskipun prompt AI dapat menjadi alat bantu awal yang sangat berguna, hasil yang dihasilkan perlu disesuaikan secara berkala dengan kebutuhan spesifik anak, masukan dari tenaga pendidik, dan preferensi orang tua. Fleksibilitas dalam penyesuaian ini memastikan jadwal tetap relevan dan efektif seiring perkembangan anak.

Struktur jadwal yang realistis membantu anak memahami ekspektasi di setiap bagian hari tanpa menambah tekanan yang tidak perlu. Hal ini pada akhirnya akan mendukung perkembangan kemandirian dan kemampuan regulasi diri pada anak dengan ADHD.

Informasi lengkap mengenai cara menyusun rutinitas harian efektif bagi anak ADHD menggunakan prompt AI ini disampaikan melalui panduan yang dirilis oleh Kompas.com pada Rabu, 04 Februari 2026.