Sejumlah alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyuarakan keluhan terkait kesulitan mendapatkan pekerjaan di Indonesia setelah menyelesaikan studi mereka di luar negeri. Menanggapi isu ini, Direktur Utama LPDP, Sudarto, menegaskan bahwa lembaganya tidak dapat menjamin ketersediaan pekerjaan bagi para alumni.
Sudarto menjelaskan bahwa kapasitas LPDP terbatas pada pembangunan dan penguatan ekosistem, bukan pada penjaminan pekerjaan. Pernyataan ini disampaikannya pada Minggu, 1 Maret 2026, menanggapi keresahan yang muncul di kalangan alumni.
Tanggapan LPDP dan Batasan Kapasitas
Direktur Utama LPDP, Sudarto, secara lugas menyatakan bahwa jaminan pekerjaan bagi alumni berada di luar lingkup tanggung jawab LPDP. “Apakah LPDP menjamin nanti kalau mereka (alumni) pulang itu dapat pekerjaan? Itu beyond LPDP,” ungkap Sudarto, seperti dilansir Antara.
Ia menekankan bahwa peran utama LPDP adalah membangun dan memperkuat ekosistem yang mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul, bukan sebagai penyedia lapangan kerja langsung.
Strategi Baru Penyerapan Alumni di Industri
Meski demikian, LPDP berupaya keras memperbaiki strategi agar para alumni dapat terserap oleh industri tenaga kerja setelah menyelesaikan studi. Salah satu langkah konkret adalah kolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
“Makanya, kami bicara ekosistem. Kami koordinasikan dengan industri, termasuk dengan Danantara, agar ekosistem itu terbangun,” jelas Sudarto. Ia menambahkan bahwa LPDP kini berfokus pada dampak (impact) alih-alih sekadar layanan pendidikan.
“Kami sangat paham untuk satu orang itu menjadi sumber daya unggul (SDM), tidak cukup Anda kuliah di universitas terbaik. Yang lebih penting adalah setelah itu,” tambahnya, menekankan pentingnya relevansi pasca-studi.
Prioritas Jurusan Beasiswa dan Kebutuhan Industri
LPDP juga menyelaraskan prioritas jurusan beasiswa dengan kebutuhan industri dan riset, berdasarkan diskusi dengan berbagai sektor industri. Hal ini tercermin dari peningkatan kuota beasiswa LPDP untuk bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang mencapai 80 persen.
Sebaliknya, bidang non-STEM atau SHARE (ilmu sosial, humaniora, seni dan budaya, keagamaan, dan ilmu ekonomi) dibatasi hanya 20 persen. Bidang STEM dianggap sebagai bagian dari pilar strategis Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, meliputi industri pangan dan maritim, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi (termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor), hilirisasi, manufaktur, material maju, kewirausahaan, dan industri kreatif.
Skema Magang dan Wirausaha Luar Negeri
Mengingat ekosistem yang sedang digodok membutuhkan waktu untuk matang, LPDP secara paralel menyiapkan skema magang atau wirausaha di luar negeri bagi alumni. Skema ini memungkinkan alumni untuk berkarir di luar negeri hingga dua tahun setelah lulus, dengan persetujuan dan pemenuhan syarat yang ditetapkan LPDP.
“Dengan dikasih jeda magang ini, mudah-mudahan ketika mereka nanti pas kembali, industri siap. Dan mudah-mudahan LPDP bisa menjadi bagian dari membangun ekosistem,” pungkas Sudarto, berharap skema ini dapat menjembatani kesenjangan hingga ekosistem kerja di dalam negeri lebih siap.
Informasi lengkap mengenai upaya LPDP dalam menyikapi keluhan alumni dan strategi penyerapan tenaga kerja ini disampaikan melalui pernyataan resmi Direktur Utama LPDP, Sudarto, yang dirilis pada Minggu, 1 Maret 2026.
