Teknologi

Amazon Unggul Pendapatan, Salip Walmart dan Akhiri Dominasi 13 Tahun di Puncak Fortune 500

Advertisement

Amazon, raksasa marketplace asal Amerika Serikat, diproyeksikan akan menyalip Walmart dalam daftar Fortune 500 edisi 2026. Prediksi ini mengakhiri dominasi Walmart selama 13 tahun di puncak daftar perusahaan terbesar di AS berdasarkan total pendapatan tahunan, yang disusun oleh majalah bisnis Fortune.

Proyeksi Pendapatan dan Pergeseran Peringkat

Meskipun daftar resmi Fortune 500 edisi 2026 baru akan dirilis pada Juni mendatang, laporan keuangan terbaru dari kedua perusahaan menunjukkan adanya perubahan signifikan. Amazon melaporkan pendapatan tahunan sebesar 716,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 12.100 triliun) untuk tahun 2025 yang berakhir Desember 2025.

Angka tersebut sedikit melampaui pendapatan Walmart yang mencapai 713,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 12.040 triliun) pada tahun fiskal yang berakhir Januari 2026. Berdasarkan metodologi Fortune 500 yang murni mengacu pada total pendapatan tahunan, selisih tipis ini secara matematis menempatkan Amazon di posisi teratas.

Jika proyeksi ini terkonfirmasi, ini akan menjadi kali pertama Amazon melampaui Walmart dari sisi pendapatan tahunan dalam konteks peringkat Fortune 500. Posisi Walmart akan turun ke peringkat kedua setelah 13 tahun berturut-turut menduduki puncak daftar tersebut.

Laju Pertumbuhan dan Persaingan Ketat

Dalam satu dekade terakhir, pendapatan Amazon terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, secara perlahan mendekati Walmart. Periode antara 2018 hingga 2025 mencatat laju pertumbuhan Amazon yang jauh lebih tinggi dibandingkan Walmart.

Sejak tahun 2020, kedua perusahaan ini juga konsisten bersaing di dua besar daftar Fortune 500. Hal ini mencerminkan ketatnya kompetisi antara raksasa ritel konvensional dan marketplace digital yang terus berinovasi.

Advertisement

Diversifikasi Bisnis dan Investasi AI

Pertumbuhan Amazon tidak hanya ditopang oleh bisnis ritelnya, tetapi juga oleh diversifikasi ke layanan digital cloud dan periklanan. Divisi ritel memang masih menjadi kontributor terbesar, namun bisnis periklanan Amazon telah menghasilkan lebih dari 68 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.147 triliun) pada tahun lalu.

Walmart juga mencoba peruntungan di bisnis periklanan, meskipun pendapatannya masih jauh di bawah Amazon, yakni sekitar 6,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 108 triliun) pada tahun lalu.

Selain itu, kedua perusahaan ini juga gencar berinvestasi besar-besaran di teknologi kecerdasan buatan (AI). Pada Januari lalu, Walmart mengumumkan kemitraan dengan Google untuk menjual produk melalui asisten AI Gemini. Sementara itu, Amazon menggelontorkan hingga 200 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.375 triliun) pada tahun ini untuk membangun infrastruktur AI-nya.

Informasi lengkap mengenai proyeksi peringkat Fortune 500 dan laporan keuangan kedua perusahaan dihimpun dari laporan resmi yang dirilis masing-masing perusahaan dan analisis majalah bisnis Fortune, serta KompasTekno dari Modern Retail pada Jumat, 20 Februari 2026.

Advertisement