Berita

Andre Rosiade Kawal Anggaran Rp 18,3 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Sungai di Sumatera Barat

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyambangi Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Padang guna memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Kunjungan ini dilakukan untuk menyinkronkan perencanaan serta dukungan anggaran pemerintah pusat yang dialokasikan untuk sektor sumber daya air.

Andre menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan anggaran strategis BWSS V, mulai dari penanganan darurat hingga rehabilitasi jangka panjang. Menurutnya, pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan dana besar sebagai bentuk kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana.

Alokasi Anggaran dan Skema Penanganan Sungai

Berdasarkan keterangan tertulis pada Selasa (20/1/2026), total anggaran infrastruktur yang disiapkan untuk Sumatera Barat mencapai Rp 18,3 triliun. Andre menjelaskan bahwa porsi signifikan dari dana tersebut dialokasikan khusus untuk sektor sumber daya air melalui beberapa skema penanganan.

  • Anggaran tanggap darurat sebesar Rp 300 miliar untuk penanganan cepat di titik kritis.
  • Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) normalisasi 43 sungai dengan kebutuhan Rp 3,4 triliun.
  • Sektor irigasi melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 senilai Rp 1,1 triliun.

Dari total 34 sungai yang terdampak bencana berat, Andre menyebutkan 25 sungai di antaranya telah tertangani dan berada di jalur yang sesuai rencana. Sementara itu, pengerjaan untuk 18 sungai lainnya masih terus berlangsung di lapangan.

Prioritas Nasional dan Kendala Lapangan

Penanganan Batang Anai di Padang Pariaman menjadi salah satu perhatian khusus karena lokasinya yang bersinggungan dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Normalisasi sungai ini dari hulu ke hilir dinilai strategis untuk melindungi objek vital dan menjaga konektivitas wilayah.

Selain masalah teknis, Andre menyoroti hambatan klasik berupa pembebasan lahan yang sering menghambat pembangunan infrastruktur. Ia meminta jajaran BWSS V untuk lebih proaktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar persoalan lahan tidak mengganggu pemanfaatan anggaran yang telah disiapkan.

Analisis Teknis dan Kebutuhan Alat Berat

Kepala BWSS V Padang Naryo Widodo menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi pada November 2025 dipicu oleh curah hujan ekstrem hingga 240 milimeter per hari. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi sungai secara signifikan, seperti di Batang Kuranji yang daya tampungnya menyusut dari 189 menjadi 98 meter kubik per detik.

Untuk mengatasi sedimentasi masif, BWSS V merencanakan pembangunan sabo dam dan check dam tambahan di beberapa titik, termasuk kawasan Batu Busuk. Namun, Naryo mengakui adanya kendala operasional berupa kekurangan alat berat di lapangan.

Kebutuhan Alat Berat105 Unit
Alat Tersedia57 Unit
Kekurangan48 Unit

Informasi mengenai kunjungan kerja dan rencana pemulihan infrastruktur pascabencana ini disampaikan melalui keterangan resmi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.