Berita

Anggota DPR Melchias Mekeng Tanggapi Pernyataan Kontroversial Alumni LPDP DS soal Kewarganegaraan Anak

Advertisement

Anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng, menanggapi pernyataan viral alumni LPDP berinisial DS yang menyebut “cukup aku WNI, anak jangan.” Mekeng menilai ucapan tersebut tidak etis dan merendahkan bangsa.

Tanggapan Anggota DPR Melchias Mekeng

Mekeng menyatakan keprihatinannya terhadap alumni LPDP yang menerima beasiswa dari uang negara, yang berasal dari seluruh rakyat Indonesia. Ia menekankan pentingnya rasa syukur dan kesadaran diri atas keberuntungan tersebut.

Meskipun setiap orang berhak menentukan kewarganegaraan, Mekeng menilai pernyataan DS di ruang publik dapat menyakiti dan seolah menempatkan Indonesia sebagai bangsa kelas bawah. “Itu memang hak setiap orang untuk menentukan pilihannya menjadi warga negara, tapi tidak perlu diucapkan ke publik hal-hal yang demikian. Itu kan menyakiti, ya. Seolah-olah kita ini bangsa yang kelasnya ya di bawah itu,” ujarnya.

Ketua Fraksi Golkar MPR RI ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki kebanggaan dengan segala kelebihan dan kekurangannya, termasuk budaya dan adat istiadat yang harus dijaga. Ia berharap DS tidak membuat pernyataan yang merendahkan bangsa. “Kita kan punya kebanggaan juga kepada bangsa kita. Dengan segala kelebihan dan kekurangan kan kita punya kebanggaan kan?” ungkap Mekeng.

Mekeng menambahkan bahwa DS seharusnya bersyukur atas beasiswa yang didapat dari negara, dan tidak perlu melontarkan pernyataan satir atau nyinyir yang merendahkan identitas bangsa. “Ya kalau udah dapat bersyukur dong. Bersyukur dan ya kalaupun tidak mau berterima kasih, tidak usah membuat statement-statement yang nyinyir. Apalagi merendahkan bangsanya,” imbuhnya.

Pernyataan Viral Alumni LPDP DS

Video viral tersebut diunggah oleh pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas, yang memperlihatkan surat dari Home Office Inggris yang menyatakan anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris. Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

Advertisement

Dalam video itu, DS mengungkapkan keinginannya agar anak-anaknya memiliki kewarganegaraan asing dengan paspor kuat. “I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya.

Permohonan Maaf DS

Alumni LPDP berinisial DS kemudian menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui akun Instagram @sasetyaningtyas pada Jumat (20/2/2026).

DS mengakui bahwa kalimat yang diucapkannya kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai perendahan terhadap identitas Warga Negara Indonesia. Ia menyatakan kekecewaan menjadi latar belakang pernyataannya, namun mengakui kesalahannya dalam pemilihan kata di ruang publik. “Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik,” ujarnya.

Informasi lengkap mengenai tanggapan ini disampaikan melalui pernyataan Melchias Markus Mekeng pada Minggu, 22 Februari 2026, menanggapi isu yang beredar di publik.

Advertisement