Raksasa teknologi Apple memutuskan untuk menutup sementara seluruh gerai Apple Store dan kantor korporatnya di Uni Emirat Arab (UEA) mulai 1 Maret 2026. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah pasca serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Apple Tutup Lima Gerai di UEA, Jadwal Operasional Berubah
Total lima gerai ritel Apple di UEA, yang meliputi tiga lokasi di Abu Dhabi dan dua di Dubai, kini tidak beroperasi. Penutupan ini tercatat di situs resmi perusahaan dan melalui pemberitahuan langsung di lokasi toko, seperti Apple Store di The Dubai Mall yang terkenal.
Menurut situs resmi Apple Store, perubahan jadwal operasional berlaku untuk periode 1-7 Maret 2026. Kelima toko tersebut akan ditutup setidaknya selama tiga hari, yakni dari tanggal 1 hingga 3 Maret. Rencananya, operasional normal akan kembali pada 4 Maret, mulai pukul 12:00 hingga 23:59 waktu setempat.
Selain The Dubai Mall, gerai lain yang terdampak berlokasi di Mall of the Emirates di Dubai, serta Yas Mall, Al Jimi Mall, dan Al Maryah di Abu Dhabi. Di depan toko The Dubai Mall, terpampang pengumuman penutupan sementara “sampai pemberitahuan lebih lanjut”.
Pemerintah UEA Imbau Sektor Swasta Ambil Langkah Keamanan
Keputusan Apple ini sejalan dengan rekomendasi dari pemerintah UEA, khususnya Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi. Kementerian tersebut meminta perusahaan sektor swasta untuk mengambil langkah-langkah guna menghindari kehadiran karyawan di area terbuka.
“Lembaga-lembaga sektor swasta di negara ini (UEA diminta) mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadiri kehadiran karyawan di area terbuka,” tulis pemerintah UEA melalui akun X (sebelumnya Twitter) pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat. Imbauan tersebut menambahkan, “Kecuali untuk peran vital dan mementingkan kehadiran fisik, serta (dianjurkan) menerapkan pengaturan kerja jarak jauh bila memungkinkan.”
Demi menjaga keamanan, kementerian UEA juga meminta seluruh lembaga di sektor swasta lokal untuk memperoleh dan mengikuti informasi terkini tentang perkembangan isu yang terjadi, baik di tingkat federal maupun lokal.
Eskalasi Konflik di Timur Tengah Picu Kekhawatiran Global
Menurut sumber internal Apple, penutupan toko memang ditujukan untuk situasi keamanan yang memburuk akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah. Hal ini diperparah dengan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang baru-baru ini terjadi.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan bernama “Epic Fury” pada Sabtu (28/2/2026), menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan ini terjadi di tengah negosiasi program nuklir dan rudal balistik Iran, setelah berminggu-minggu ancaman yang meningkat dari Washington.
Tak lama berselang, pasukan Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke beberapa lokasi yang terkait dengan operasi militer AS di kawasan. Target tersebut mencakup pangkalan Al Udeid di Qatar, pangkalan Al-Salem di Kuwait, pangkalan Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, serta markas armada kelima AS di Bahrain. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Riyadh, Arab Saudi, dan pangkalan AS di Yordania.
Para Pemimpin Dunia Soroti Situasi “Berbahaya” di Timur Tengah
Situasi memanas ini memicu reaksi dari berbagai pemimpin dan pejabat penting dunia. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menyatakan negosiasi aktif yang dimediasi negaranya “sekali lagi dirusak” dan mendesak AS “tidak terseret lebih jauh”.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menggambarkan situasi sebagai “berbahaya” dan menyerukan perlindungan warga sipil serta penghormatan terhadap hukum internasional. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memperingatkan bahwa konflik ini membawa “konsekuensi serius bagi perdamaian dan keamanan internasional” dan menegaskan, “Eskalasi saat ini berbahaya bagi semua orang. Ini harus dihentikan.”
Dari Rusia, Wakil Ketua Dewan Keamanan, Dimitry Medvedev, mengkritik dan menuduh Washington menggunakan negosiasi sebagai “kedok operasi”. Sementara itu, Inggris menyatakan Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir dan siap mempertahankan kepentingannya. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan negaranya mendukung upaya AS untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan terus mengancam perdamaian internasional.
Informasi mengenai penutupan gerai Apple ini dikonfirmasi melalui situs resmi perusahaan dan didukung oleh imbauan resmi dari Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi UEA yang dirilis pada 1 Maret 2026.
