Sorotan tersebut bermula ketika Sharma membagikan informasi akun Xbox miliknya dengan gamertag “AMRAHSAHSA” melalui platform X (dahulu Twitter). Sejumlah pengguna internet kemudian menelusuri riwayat pencapaian (achievement) akun tersebut.
Sorotan Warganet Terhadap Akun Xbox Asha Sharma
Beberapa warganet menemukan bahwa achievement pertama di akun Asha Sharma tercatat pada 15 Januari 2026. Tanggal ini sekitar lima pekan sebelum pengumuman dirinya sebagai CEO Xbox, memicu perdebatan di media sosial dan forum seperti Reddit.
Selain waktu pembuatan akun yang tergolong baru, warganet juga menyoroti jumlah game yang dimainkan Sharma dalam waktu relatif singkat. Akun tersebut tercatat memainkan sejumlah judul populer seperti Halo: The Master Chief Collection, Forza Horizon 5, Minecraft, hingga Fallout 76. Beberapa game indie seperti Firewatch juga disebut telah ditamatkan sepenuhnya.
Sebagian warganet kemudian berspekulasi bahwa akun tersebut sengaja dibuat atau “dipoles” untuk membangun citra sebagai gamer. Spekulasi ini muncul mengingat latar belakang Sharma yang sebelumnya lebih banyak berkutat di bidang bisnis dan kecerdasan buatan (AI) di Microsoft. Tak hanya itu, beberapa pengguna media sosial juga meragukan keaslian unggahan Sharma di X, menduga posting tersebut ditulis dengan bantuan AI atau tim internal.
Klarifikasi dari Asha Sharma
Menanggapi berbagai spekulasi tersebut, Sharma akhirnya memberikan penjelasan melalui akun X pribadinya, @asha_shar. Ia mengakui bahwa akun Xbox tersebut memang baru dibuat untuk mempelajari dan memahami ekosistem game Xbox lebih dalam.
“Saya membuatnya baru-baru ini untuk belajar dan memahami dunia ini. Sebelumnya saya bermain bersama keluarga, dan akun tersebut digunakan bersama di rumah di berbagai perangkat,” tulis Sharma. Ia menambahkan bahwa kini setiap anggota keluarga telah menggunakan gamertag masing-masing agar progres permainan tidak tercampur.
Sharma juga menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud membangun citra sebagai “gamer terbaik.” “Saya tidak berpura-pura menjadi gamer terbaik. Fokus saya adalah menjadikan Xbox tempat terbaik untuk bermain, kembali ke akar kami, menghadirkan produk hebat, dan memperkuat masa depan Xbox,” jelas dia. Terkait tudingan bahwa unggahannya di media sosial dibuat dengan bantuan AI, Sharma membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa ia menulis sendiri posting di X.
Tantangan Kepemimpinan di Awal Jabatan
Penunjukan Sharma sebagai pimpinan baru Xbox memang mengundang perhatian, terutama karena ia menggantikan Phil Spencer yang dikenal dekat dengan komunitas gamer. Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai kemampuan bermain game bukan satu-satunya tolok ukur kepemimpinan seorang CEO. Tugas utama pimpinan perusahaan tetap berkaitan dengan strategi bisnis dan arah pengembangan jangka panjang.
Meski demikian, polemik awal ini menunjukkan bahwa Sharma menghadapi tantangan besar untuk membangun kepercayaan komunitas gamer. Waktu akan menjadi penentu apakah ia mampu menjawab keraguan tersebut dan membawa Xbox serta komunitasnya ke arah yang lebih kuat.
Informasi lengkap mengenai polemik ini disampaikan melalui pernyataan resmi Asha Sharma di platform X dan dirangkum dari laporan KompasTekno serta Windows Central.
