Teknologi

ATR Prediksi Ledakan Penerbangan Regional Indonesia 2036: Fokus Konektivitas Domestik dan Bandara Kecil

Produsen pesawat turboprop ATR memproyeksikan pasar penerbangan regional di Indonesia akan mengalami pertumbuhan pesat atau booming pada tahun 2036. Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan konektivitas domestik, pengembangan infrastruktur bandara kecil, serta integrasi kawasan di Asia Tenggara.

Potensi Pertumbuhan di Kota Tier 2 dan Tier 3

Managing Director & Head of Region Asia Pacific ATR, Jean-Pierre Clarcin, menjelaskan bahwa potensi pertumbuhan tersebut akan semakin terlihat seiring dengan pemulihan ekonomi. Kebutuhan mobilitas antarpulau yang besar menjadi motor utama bagi segmen pesawat turboprop dalam satu dekade mendatang.

“Jika melihat 10 tahun ke depan, Anda akan melihat lebih banyak konektivitas domestik. Dan kami juga melihat akan ada boom di segmen turboprop,” ujar Clarcin. Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan masih memiliki banyak potensi konektivitas yang belum tergarap sepenuhnya, terutama di kota-kota lapis kedua dan ketiga.

Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas Lintas Negara

Pertumbuhan pasar regional ini diperkirakan akan berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur pendukung. Clarcin memprediksi akan ada lebih banyak bandara kecil yang dibangun untuk mendukung mobilitas di wilayah-wilayah terpencil.

Selain memperkuat rute domestik, ATR juga melihat adanya peluang integrasi lintas negara di Asia Tenggara. Beberapa poin penting dalam rencana integrasi ini meliputi:

  • Konektivitas antara wilayah Sumatra dan Malaysia.
  • Integrasi wilayah Kalimantan atau Borneo yang berbagi perbatasan dengan negara tetangga.

Peran Strategis Turboprop sebagai Feeder

Dalam ekosistem penerbangan, pesawat turboprop memainkan peran krusial sebagai pengumpan atau feeder bagi penerbangan jet di kota-kota besar. Data menunjukkan bahwa lebih dari separuh penumpang turboprop melanjutkan perjalanan mereka menggunakan pesawat jet dalam satu grup maskapai yang sama.

Clarcin mengibaratkan peran pesawat turboprop sebagai bagian vital dari sistem transportasi udara nasional. “Tier 2 dan tier 3 perlu terhubung ke hub besar. ATR berperan seperti sistem pembuluh darah yang membawa lalu lintas ke pusat,” tegasnya.

Informasi mengenai proyeksi industri ini disampaikan melalui pernyataan resmi dan wawancara pihak ATR terkait masa depan penerbangan regional di kawasan Asia Pasifik.