Edukasi

Baiq Indriati Ungkap Perjuangan Lolos Poltekpel Surabaya Usai Gagal Tiga Kali di Seleksi Kemenhub

Advertisement

Baiq Indriati Pujaningrum, mahasiswi Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, membagikan kisah perjuangannya menembus sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Taruni asal Lombok, Nusa Tenggara Barat ini harus menghadapi tiga kali kegagalan sebelum akhirnya berhasil diterima pada percobaan keempat.

Persaingan Ketat Masuk Poltekpel Surabaya

Poltekpel Surabaya merupakan institusi pendidikan matra laut yang menjadi salah satu favorit dalam seleksi sekolah kedinasan setiap tahunnya. Berdasarkan data tahun lalu, tercatat sebanyak 28.493 pendaftar memperebutkan 791 kursi yang tersedia. Hal ini berarti satu kursi diperebutkan oleh sekitar 36 calon taruna.

Kementerian Perhubungan sendiri mengelola 22 sekolah kedinasan dengan spesialisasi matra darat, laut, dan udara. Proses seleksi dikenal sangat ketat karena melibatkan berbagai tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes fisik, hingga tes kesehatan dan akademik yang menuntut standar tinggi.

Kronologi Empat Kali Percobaan Seleksi

Perjalanan Baiq dimulai pada tahun 2023 saat ia pertama kali mendaftar Seleksi Penerimaan Calon Taruna (Sipencatar). Namun, pada gelombang kedua tahun tersebut, ia dinyatakan tidak lulus. Kegagalan ini tidak menyurutkan niatnya untuk mencoba kembali pada tahun berikutnya.

Pada tahun 2024, Baiq kembali mendaftarkan diri pada gelombang 1 dan gelombang 2. Sayangnya, keberuntungan belum berpihak padanya di kedua kesempatan tersebut. Tiga kali mengalami kegagalan sempat membuat mahasiswa program studi D4 Transportasi Laut ini merasa kecewa dan minder.

Advertisement

Keberhasilan di Gelombang Terakhir

Meski sempat ragu untuk melanjutkan, Baiq memutuskan untuk mencoba peruntungan terakhirnya pada Sipencatar gelombang 3 tahun 2024. Usaha kerasnya membuahkan hasil saat namanya tercantum dalam daftar peserta yang dinyatakan lulus seleksi.

Ia mengaku bangga bisa mewujudkan mimpinya setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan. Baginya, kegagalan merupakan ujian yang harus dilewati untuk mencapai keberhasilan yang diinginkan.

Informasi lengkap mengenai perjuangan taruni ini disampaikan melalui dokumentasi resmi Poltekpel Surabaya yang dirilis pada Rabu, 18 Februari 2026.

Advertisement