Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memastikan pasokan air bersih bagi warga tetap aman di tengah pemantauan dampak pencemaran Sungai Jaletreng. Langkah ini diambil menyusul insiden kebakaran pabrik pestisida yang menyebabkan aliran sungai berubah warna menjadi putih.
Jaminan Keamanan Pasokan Air Bersih
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola air bersih untuk menjamin keamanan distribusi. Terdapat penyesuaian teknis pada titik pengambilan air (intake) yang berdekatan dengan area terdampak guna menjaga standar kesehatan.
“Sebagai langkah antisipasi, terdapat pengalihan atau penyesuaian teknis di titik pengambilan air yang sekiranya berdekatan dengan area terdampak guna memastikan air yang sampai ke warga tetap memenuhi standar baku mutu kesehatan,” ujar Benyamin pada Rabu (11/2/2026).
Siaga Armada Tangki Air Bersih
Pemkot Tangsel melalui Dinas Perkimta dan BPBD telah menyiagakan armada truk tangki air bersih untuk menyuplai kebutuhan warga secara gratis. Fasilitas ini akan dikerahkan jika ditemukan wilayah yang terdampak langsung secara kualitas air akibat limbah kimia tersebut.
Benyamin berharap langkah ini dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar tanpa rasa khawatir. Penyaluran air bersih akan difokuskan pada titik-titik yang mengalami gangguan pasokan atau penurunan kualitas air tanah akibat rembesan polutan.
Imbauan Pemantauan Sumur Mandiri
Warga yang tinggal di sekitar lokasi sungai dan area kebakaran diminta aktif memantau kondisi sumber air tanah atau sumur masing-masing. Benyamin menekankan pentingnya melaporkan perubahan fisik pada air, seperti bau atau warna yang tidak wajar, melalui kanal resmi.
“Kami mengimbau warga yang menggunakan air tanah atau sumur di sekitar lokasi untuk sementara memantau kondisi fisik air (bau/warna). Jika ada perubahan signifikan, segera lapor melalui kanal aduan resmi atau ke kelurahan setempat,” tegasnya.
Proses Uji Laboratorium Lingkungan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini masih melakukan uji laboratorium terhadap sampel air sungai yang terkontaminasi. Karena melibatkan bahan kimia pestisida yang kompleks, hasil akurat diperkirakan baru akan tersedia dalam beberapa hari kerja mendatang.
Pemerintah berjanji akan menyampaikan hasil uji tersebut secara transparan kepada publik setelah proses teknis selesai. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian informasi dan mencegah kekhawatiran berlebih di tengah masyarakat terkait dampak lingkungan jangka panjang.
Informasi mengenai penanganan dampak lingkungan ini disampaikan berdasarkan pernyataan resmi Wali Kota Tangerang Selatan yang dirilis pada Rabu, 11 Februari 2026.
