Teknologi

BI Ungkap Kendala QRIS Tap di iPhone, Lobi Apple Pusat untuk Buka Akses NFC Demi Kemudahan Transaksi

Advertisement

Pengguna iPhone di Indonesia masih belum dapat menikmati fitur pembayaran QRIS Tap yang telah diluncurkan Bank Indonesia (BI) sejak Maret 2025. Kendala ini mendorong BI untuk secara aktif berkomunikasi dengan Apple Indonesia dan kantor pusatnya di Amerika Serikat guna membuka akses teknologi near field communication (NFC) pada perangkat iPhone bagi pihak ketiga.

Kendala Akses NFC Apple

Deputi Gubernur BI Filianingsih menjelaskan bahwa keterbatasan penggunaan QRIS Tap pada iPhone berkaitan erat dengan kebijakan Apple yang belum membuka akses teknologi NFC-nya untuk pengembang pihak ketiga. Saat ini, fitur NFC di perangkat iPhone secara eksklusif hanya mendukung layanan Apple Pay, yang hingga kini belum tersedia di pasar Indonesia.

“Apple Indonesia maupun headquarter-nya sudah datang dan mereka akan mendalami fitur QRIS Tap untuk melihat kemungkinan membuka fitur NFC-nya seperti yang sudah mereka lakukan di Uni Eropa,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2026, seperti dikutip dari KOMPAS.com.

Meski demikian, belum ada kepastian mengenai kapan QRIS Tap dapat diakses dan digunakan oleh para pengguna perangkat iPhone di Indonesia.

Perkembangan dan Manfaat QRIS Tap

QRIS Tap merupakan metode pembayaran berbasis NFC yang resmi diluncurkan oleh Bank Indonesia pada Maret 2025. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi hanya dengan menempelkan smartphone ke terminal pemindai, seperti mesin EDC, sebagai alternatif dari pemindaian kode QR dengan kamera ponsel.

Fitur QRIS Tap telah terintegrasi di beberapa aplikasi mobile banking dan e-wallet. Namun, karena basis teknologinya adalah NFC, hanya smartphone yang dilengkapi fitur NFC saja yang dapat memanfaatkan layanan ini.

Advertisement

Meskipun penggunaannya terbatas pada perangkat ber-NFC, BI mencatat bahwa adopsi QRIS Tap terus menunjukkan peningkatan signifikan. Terutama di sektor transportasi serta hotel dan restoran.

Filianingsih mengungkapkan bahwa QRIS Tap telah memproses lebih dari 475.000 transaksi, dengan pertumbuhan sekitar 7,9 persen secara bulanan (month to month/mtm). “Nominal juga meningkat tumbuh 6,4 persen month to month atau sekitar Rp 4,6 miliar,” tambahnya.

Pengembangan QRIS Tap adalah bagian dari strategi digitalisasi sistem pembayaran nasional. Fitur ini dirancang untuk mempercepat dan mempermudah transaksi, khususnya di sektor-sektor dengan frekuensi tinggi seperti transportasi publik, ritel modern, perhotelan, dan restoran.

Upaya BI dan Prospek Masa Depan

Perluasan penggunaan QRIS Tap di ekosistem iPhone sangat bergantung pada kebijakan Apple terkait pembukaan akses NFC bagi pengembang pihak ketiga. Bank Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperluas interoperabilitas sistem pembayaran digital nasional, termasuk mendorong dukungan perangkat terhadap QRIS Tap.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Deputi Gubernur BI Filianingsih dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2026, yang dikutip oleh KOMPAS.com.

Advertisement