Bitcoin (BTC) kembali bergerak di zona merah dan bertahan di kisaran 66.537,62 dollar AS pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Aset kripto utama ini mencatatkan penurunan sebesar 1,19 persen dalam 24 jam terakhir di tengah tekanan pasar yang belum mereda.
Rincian Penurunan Harga Bitcoin
Berdasarkan data CoinMarketCap, volume transaksi Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencapai 33,16 miliar dollar AS. Meski kapitalisasi pasar masih berada di level 1,33 triliun dollar AS, tekanan jual terlihat signifikan dalam jangka menengah.
Berikut adalah rincian koreksi harga Bitcoin dalam berbagai periode:
- Satu Pekan Terakhir: Melemah 1,42 persen.
- 30 Hari Terakhir: Anjlok 28,15 persen.
- 90 Hari Terakhir: Terkoreksi 23,73 persen.
- Year to Date (YTD): Turun 25,02 persen.
Saat ini, sebanyak 19,99 juta BTC telah beredar dari total pasokan maksimum sebesar 21 juta koin. Penurunan ini menempatkan Bitcoin jauh di bawah rekor tertingginya yang sempat mendekati 127.000 dollar AS pada Oktober 2025 lalu.
Performa Aset Kripto Lainnya
Pelemahan Bitcoin turut menyeret sejumlah aset kripto utama lainnya ke zona negatif. Ethereum (ETH) terpantau turun 0,79 persen ke level 1.960,17 dollar AS, sementara Solana (SOL) merosot 3,75 persen ke angka 81,60 dollar AS.
| Aset Kripto | Harga (USD) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| XRP | 1,419 | -3,32% |
| Binance Coin (BNB) | 603,68 | -1,96% |
| Dogecoin (DOGE) | 0,09839 | -2,08% |
| Cardano (ADA) | 0,2730 | -2,45% |
Di sisi lain, aset stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) terpantau relatif stabil di kisaran 0,9995 hingga 0,9999 dollar AS.
Analisis Pasar dan Sentimen Global
Mengutip laporan Bloomberg, nilai pasar kripto secara keseluruhan telah menyusut hampir 2 triliun dollar AS. Kondisi ini berbanding terbalik dengan instrumen investasi lain seperti emas dan pasar saham yang sempat mencatatkan reli penguatan.
Greg Magadini, Director of Derivatives di Amberdata, mengungkapkan bahwa pasar saat ini sedang memantau apakah harga telah mencapai titik terendah. “Pertanyaan besar yang ada di benak semua orang adalah apakah kripto sudah mencapai titik bottom atau masih ada tekanan lanjutan di depan,” tulisnya dalam catatan riset.
Magadini menambahkan bahwa indikator penting yang perlu diperhatikan adalah sentimen kepemilikan korporasi serta arus dana masuk dan keluar dari ETF Bitcoin spot. Informasi lengkap mengenai pergerakan pasar ini merujuk pada data CoinMarketCap dan Bloomberg yang dirilis pada 19 Februari 2026.
