Blue Origin Ungkap Rencana Ambisius: Terbangkan Ribuan Satelit untuk Saingi Starlink dan Amazon
Perusahaan antariksa milik miliarder Jeff Bezos, Blue Origin, secara resmi mengumumkan rencana ambisius untuk menempatkan 5.408 satelit ke luar angkasa. Proyek bernama TeraWave ini bertujuan membangun jaringan komunikasi global yang siap menantang dominasi Starlink milik SpaceX dan layanan Project Kuiper dari Amazon. Peluncuran konstelasi satelit ini diperkirakan akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2027.
Misi Jaringan TeraWave: Kecepatan Tinggi untuk Korporasi dan Pemerintah
Jaringan TeraWave dirancang khusus untuk melayani segmen korporasi, pusat data, dan pemerintahan. Blue Origin menjanjikan kecepatan transfer data hingga 6 terabit per detik melalui satelit-satelit yang akan ditempatkan di dua jenis orbit: Orbit Bumi Rendah (LEO) dan Orbit Bumi Menengah (MEO). Wilayah antariksa ini membentang dari ketinggian 100 hingga 21.000 mil dari permukaan Bumi.
Persaingan Ketat di Orbit: Blue Origin Masuk Arena Panas
Langkah Blue Origin ini menandai masuknya mereka ke pasar internet satelit yang semakin kompetitif. Saat ini, pasar tersebut didominasi oleh Starlink, layanan yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk. Starlink telah berhasil menempatkan lebih dari 9.000 satelit di orbit dan melayani sekitar 9 juta pelanggan di seluruh dunia.
Selain Starlink, Amazon, perusahaan yang juga didirikan oleh Jeff Bezos, telah gencar mengembangkan layanan internet satelitnya sendiri. Layanan yang sebelumnya dikenal sebagai Project Kuiper ini baru-baru ini melakukan rebranding menjadi Leo. Sejak April lalu, Amazon telah meluncurkan 180 satelit melalui serangkaian peluncuran roket yang melibatkan mitra seperti United Launch Alliance dan SpaceX. Sejumlah peluncuran di masa mendatang bahkan diperkirakan akan ditangani oleh Blue Origin sendiri.
Amazon berencana membangun konstelasi total 3.236 satelit di orbit rendah bumi untuk melayani pelaku bisnis, pemerintahan, dan konsumen. Pada November 2024, perusahaan ini telah membuka pratinjau korporat bagi pengguna terpilih, menjelang peluncuran komersial yang lebih luas.
Visi Jeff Bezos: Blue Origin Lebih Besar dari Amazon
Jeff Bezos, pendiri Blue Origin pada tahun 2000, memiliki visi besar untuk perusahaan antariksa ini. Pada tahun 2024, Bezos memprediksi bahwa Blue Origin suatu hari nanti akan menjadi entitas yang lebih besar daripada Amazon. “Saya rasa ini akan menjadi bisnis terbaik yang pernah saya geluti, namun ini akan memakan waktu,” ujar Bezos dalam sebuah wawancara pada tahun 2024. Saat ini, Dave Limp, mantan bos perangkat Amazon, menjabat sebagai CEO Blue Origin.
Sebagai informasi, Blue Origin sejatinya dikenal sebagai perusahaan peluncuran roket yang membawa wisatawan dan muatan penelitian ke tepi luar angkasa. Pada Januari 2026, perusahaan ini mencatat tonggak sejarah dengan sukses meluncurkan roket New Glenn untuk pertama kali. Meskipun pendorong roket tersebut sempat gagal mendarat kembali untuk digunakan ulang, Blue Origin akhirnya berhasil mendaratkan pendorong roket New Glenn pada November 2025, menyusul keberhasilan peluncuran sepasang wahana antariksa NASA.
Informasi detail mengenai proyek TeraWave dan perkembangan terbaru Blue Origin dapat diakses melalui kanal resmi perusahaan dan laporan media terkemuka.