BMKG Perbarui Status Bibit Siklon Tropis 98S: Melemah dan Tak Berdampak Langsung di Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa bibit siklon tropis 98S yang sebelumnya terdeteksi di Samudera Hindia, selatan Banten, kini telah melemah. Sistem cuaca tersebut kini tidak lagi memberikan dampak langsung signifikan di wilayah Indonesia, meskipun beberapa wilayah masih berpotensi hujan lebat.
Bibit Siklon Tropis 98S Melemah Jadi Gangguan Tropis
Prakirawan cuaca BMKG, Rika Kariani, pada Kamis (29/1/2026) menjelaskan bahwa bibit siklon tropis 98S telah melemah menjadi Gangguan Tropis. “Berdasarkan laporan terakhir untuk bibit siklon tropis 98S, saat ini telah melemah menjadi Gangguan Tropis,” ungkap Rika saat dihubungi Kompas.com.
Rika menambahkan bahwa bibit siklon tersebut sudah punah dan tidak lagi memberikan dampak langsung di wilayah Indonesia. “Untuk bibit siklon tropis yang sudah punah, tidak memberikan dampak di wilayah Indonesia,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Rabu (28/1/2026) pukul 07.00 WIB, sistem ini terpantau di wilayah monitoring TCWC Jakarta, Samudera Hindia, selatan Banten. Dampak tidak langsung yang sempat terjadi meliputi hujan sedang hingga lebat di Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Selain itu, ketinggian gelombang laut juga sempat mencapai 1,25 hingga 6 meter di beberapa perairan selatan Indonesia.
Penyebab Hujan Lebat di Indonesia
Meskipun bibit siklon 98S telah melemah, sejumlah wilayah di Indonesia masih diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Rika Kariani menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa aliran massa udara basah dari Asia ke wilayah selatan Indonesia.
Selain itu, penguatan angin baratan juga berkontribusi pada terjadinya hujan di wilayah barat dan selatan Indonesia. Angin ini membawa massa udara basah dari Samudra Hindia.
Kontribusi Bibit Siklon yang Melemah
Rika Kariani juga menyebutkan bahwa meskipun bibit siklon 98S telah melemah dan berubah menjadi sistem tekanan rendah, keberadaannya masih berkontribusi dalam pembentukan awan konvektif. Kontribusi ini terjadi melalui konvergensi dan konfluensi angin, terutama di wilayah selatan Indonesia.
Prediksi Cuaca Jumat, 30 Januari 2026
Berdasarkan rilis BMKG, beberapa wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dan angin kencang pada Jumat (30/1/2026). Berikut adalah rinciannya:
- Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
- Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat: Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan.
- Potensi angin kencang: Bali, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Sulawesi Selatan.
Informasi lengkap mengenai status bibit siklon tropis 98S dan prediksi cuaca terkini disampaikan melalui pernyataan resmi BMKG yang dirilis pada Kamis, 29 Januari 2026, dan dikutip dari Kompas.com.