BMKG Soroti Dinamika Atmosfer, Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Indonesia hingga 5 Februari 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan potensi hujan lebat dan angin kencang yang diprediksi melanda berbagai wilayah di Indonesia hingga 5 Februari 2026. Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi disertai kilat atau petir, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
BMKG Imbau Peningkatan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Menanggapi prospek cuaca tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi. Masyarakat dapat mengakses informasi tersebut melalui situs web www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial @infobmkg.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk menghindari area terbuka saat hujan disertai petir atau angin kencang. Penting pula untuk menjauhi pohon, bangunan, atau infrastruktur yang terlihat rapuh demi keamanan dan keselamatan diri.
Dinamika Atmosfer Pemicu Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG memprakirakan bahwa pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Salah satu faktor utamanya adalah El Nino–Southern Oscillation (ENSO) yang terpantau berada pada kategori Netral-La Nina lemah.
Indeks Southern Oscillation Index (SOI) teramati signifikan sebesar +8.6, sementara indeks NINO 3.4 tercatat sebesar -0.79. Dinamika atmosfer ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan pola konvektif, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
Aktivitas monsun Asia juga diprediksi masih cukup persisten hingga dasarian pertama Bulan Februari. Fenomena Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) atau aliran massa udara dingin yang melintasi ekuator juga diperkirakan tetap aktif dalam beberapa hari ke depan.
Lebih lanjut, daerah tekanan rendah berpotensi terbentuk di Teluk Carpentaria, yang dapat membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Indonesia bagian selatan. Kombinasi antara Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin diprediksi aktif di beberapa wilayah, berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di sekitarnya.
Prakiraan Hujan dan Angin Kencang per Periode
Periode 31 Januari hingga 1 Februari 2026
Pada periode ini, BMKG memprakirakan:
- Hujan ringan-sedang: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan.
- Hujan lebat-sangat lebat: Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur.
- Angin kencang: Nusa Tenggara Timur, Maluku.
Periode 2 hingga 5 Februari 2026
Untuk periode selanjutnya, prakiraan BMKG menunjukkan:
- Hujan ringan-sedang: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan.
- Hujan lebat-sangat lebat: Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur.
- Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur, Maluku.
Informasi lengkap mengenai prospek cuaca ekstrem ini disampaikan melalui pernyataan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirilis pada laman resmi mereka.