Berita

BMKG Soroti Tiga Bibit Siklon Tropis di Sekitar Indonesia, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Hingga 4 Februari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia pada Selasa, 3 Februari 2026. Ketiga sistem tersebut, yakni Bibit Siklon Tropis 98P, 92S, dan 94W, berpotensi memicu cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di sejumlah daerah hingga Rabu, 4 Februari 2026.

Analisis Bibit Siklon Tropis 98P

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 98P yang mulai terbentuk pada 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB sempat melemah sebelum kembali menguat. “Saat ini posisi Bibit Siklon 98P berada di sekitar daratan utara Australia,” kata Andri kepada Kompas.com pada Selasa (3/2/2026).

Meskipun memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprakirakan bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan, sistem ini tetap memberikan dampak tidak langsung. Dampak tersebut diperkirakan terjadi hingga 4 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.

  • Hujan sedang hingga lebat di Maluku bagian tenggara.
  • Angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur.
  • Tinggi gelombang kategori sedang (1,25–2,5 meter) di Laut Sawu, Perairan Kepulauan Leti–Sermata, Kepulauan Babar–Tanimbar, serta Perairan Kepulauan Kei–Aru.
  • Tinggi gelombang kategori tinggi (2,5–4 meter) di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur dan Laut Arafura.

Pemantauan Bibit Siklon Tropis 92S

Selain 98P, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 92S yang mulai terbentuk pada 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB. Sistem ini berada dalam wilayah pemantauan TCWC Jakarta. “Saat ini, posisinya terpantau di sekitar Samudra Hindia barat daya Lampung,” ujar Andri.

Bibit Siklon Tropis 92S juga diprakirakan memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat menjauhi Indonesia dalam 24 jam ke depan. Namun, dampaknya secara tidak langsung tetap terasa hingga 4 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.

  • Gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

Pergerakan Bibit Siklon Tropis 94W

Bibit Siklon Tropis 94W juga terdeteksi mulai terbentuk pada 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB dan saat ini terpantau di wilayah utara Papua. Sistem ini diprakirakan bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan dengan peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis.

Meski demikian, Bibit Siklon Tropis 94W tetap menimbulkan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan perairan Indonesia hingga 4 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.

  • Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah:
    • Papua Barat
    • Papua Barat Daya
    • Maluku Utara
  • Angin kencang berpotensi melanda wilayah:
    • Papua Barat
    • Papua Barat Daya
    • Maluku Utara
  • Gelombang kategori sedang setinggi 1,25–2,5 meter juga berpotensi terjadi di wilayah:
    • Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua
    • Perairan utara Halmahera
    • Perairan Kepulauan Sangihe
    • Perairan Kepulauan Talaud

Imbauan BMKG untuk Kewaspadaan

Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak, diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini dari BMKG.

Informasi lengkap mengenai deteksi tiga bibit siklon tropis ini disampaikan melalui pernyataan resmi Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, yang dirilis pada Selasa, 3 Februari 2026.