BMKG: Tiga Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia, Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa wilayah Indonesia saat ini dikelilingi oleh tiga bibit siklon tropis. Ketiga bibit siklon tersebut, yakni 98P, 92S, dan 94W, terbentuk di dalam area monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 98P terbentuk pada 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB. Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92S dan 94W sama-sama terbentuk pada Senin, 2 Februari 2026, pukul 13.00 WIB.
Latar Belakang Tiga Bibit Siklon Tropis
Menurut analisis terkini, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 98P berada di sekitar 17,1 derajat Lintang Selatan (LS) dan 131,0 derajat Bujur Timur (BT), tepatnya di daratan Australia bagian utara.
Bibit Siklon Tropis 92S terdeteksi di sekitar 11,0 derajat Lintang Selatan (LS) dan 99,5 derajat Bujur Timur (BT), di Samudra Hindia barat daya Lampung. Adapun pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 94W kini berada di sekitar 8,6 derajat Lintang Utara (LU) dan 137,6 derajat Bujur Timur (BT), di Laut Filipina utara Papua.
Analisis Bibit Siklon Tropis 98P
Andri Ramdhani menyampaikan, Bibit Siklon Tropis 98P terpantau memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot (46,3 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1006 hPa. Analisis satelit dalam 6-12 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif yang fluktuatif tanpa adanya deep convection.
Bibit siklon ini didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby, kelembapan udara tinggi di setiap lapisan, serta vortisitas. Namun, perkembangan sistem terhambat oleh vertical wind shear dalam kategori sedang-kuat (20 knot), konvergensi lapisan bawah yang rendah, divergensi lapisan atas yang rendah, serta lokasi sistem yang berada di daratan.
Analisis Bibit Siklon Tropis 92S
Bibit Siklon Tropis 92S memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot (27,78 km/jam) dan tekanan udara minimum 1008 hPa. Aktivitas konvektifnya fluktuatif dengan area awan konvektif yang cukup kecil, terutama di bagian barat daya sistem.
Sistem ini didukung oleh aktifnya gelombang Low Frequency, vertical wind shear dalam kategori moderat (15 knot), dan vortisitas. Namun, perkembangan sistem terhambat oleh konvergensi lapisan bawah yang tidak mendukung, divergensi lapisan atas yang tidak mendukung, serta kelembapan udara yang cukup rendah.
Analisis Bibit Siklon Tropis 94W
Andri memaparkan, Bibit Siklon Tropis 94W tercatat mempunyai kecepatan angin maksimum 15 knot (27,78 km/jam) dan tekanan udara minimum 1007 hPa. Analisis satelit menunjukkan aktivitas konvektif yang fluktuatif dan cenderung meningkat dalam 6-12 jam terakhir.
Bibit siklon ini didukung oleh aktifnya gelombang Low Frequency dan Equatorial Rossby, vertical wind shear dalam kategori moderat (15 knot), serta vortisitas. Meskipun demikian, konvergensi lapisan bawah yang rendah, divergensi lapisan atas yang rendah, dan kelembapan udara yang cukup menyebabkan terhambatnya perkembangan sistem ke tahap selanjutnya.
Dampak Bibit Siklon Tropis 98P
Berdasarkan prediksi BMKG, intensitas 98P diprakirakan cenderung persisten dengan kecepatan angin sekitar 25 knot dalam 24 jam ke depan, bergerak perlahan ke arah Barat namun masih di daratan Australia. Potensi Bibit Siklon Tropis 98P menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam berada dalam kategori peluang rendah.
Dampak tidak langsung 98P terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia hingga 4 Februari 2026 pukul 07.00 WIB meliputi:
- Hujan sedang-lebat di wilayah Maluku bagian tenggara.
- Angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur.
- Tinggi gelombang perairan kategori sedang (1,25-2,5 m) di Laut Sawu, perairan Kepulauan Leti-Sermata, perairan Kepulauan Babar-Tanimbar, dan perairan Kepulauan Kei-Aru.
- Tinggi gelombang perairan kategori tinggi (2,5-4 meter) di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur dan Laut Arafuru.
Dampak Bibit Siklon Tropis 92S
Intensitas Bibit Siklon Tropis 92S diprakirakan cenderung persisten dengan kecepatan angin sekitar 25 knot dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat. Potensi bibit 92S menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam berada dalam kategori peluang rendah.
Dampak tidak langsung 92S terhadap kondisi perairan di Indonesia hingga 4 Februari 2026 pukul 07.00 WIB berupa:
- Tinggi gelombang perairan kategori sedang (1,25-2,5 m) di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.
Dampak Bibit Siklon Tropis 94W
Bibit Siklon Tropis 94W diprakirakan cenderung persisten namun berpotensi meningkat secara perlahan dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15-20 knot dalam 24 jam ke depan, bergerak perlahan ke arah barat-barat laut. Dalam 48 jam sistem berpotensi menguat, sementara 72 jam berpotensi melemah.
Dampak tidak langsung 94W terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia hingga 4 Februari 2026 pukul 07.00 WIB meliputi:
- Hujan sedang-lebat di wilayah Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Maluku Utara.
- Angin kencang di wilayah Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Maluku Utara.
- Tinggi gelombang perairan kategori sedang (1,25-2,5 m) di Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua, perairan utara Halmahera, perairan Kepulauan Sangihe, dan perairan Kepulauan Talaud.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi BMKG yang dirilis pada Selasa, 3 Februari 2026.