BMKG Ungkap Pemicu Cuaca Ekstrem: La Nina dan Dua Bibit Siklon Picu Hujan Lebat di Indonesia Pekan Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca ekstrem yang berpotensi melanda berbagai wilayah di Indonesia. Potensi hujan lebat dan angin kencang diprediksi terjadi mulai Kamis (5/2/2026) hingga Senin (9/2/2026).
Kondisi atmosfer dari skala global hingga lokal disebut BMKG sebagai pemicu utama. Fenomena La Nina lemah yang masih berlangsung berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Prakiraan Cuaca Ekstrem di Indonesia 5-9 Februari 2026
BMKG telah memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat, serta angin kencang selama periode tersebut.
Kamis, 5 Februari 2026
- Wilayah hujan sedang hingga lebat: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, seluruh Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan.
- Wilayah hujan lebat hingga sangat lebat: Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, Papua.
- Wilayah berpotensi angin kencang: Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Maluku.
Jumat–Sabtu, 6–7 Februari 2026
- Wilayah hujan sedang hingga lebat: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, seluruh Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Selatan.
- Wilayah hujan lebat hingga sangat lebat: Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Pegunungan.
- Wilayah berpotensi angin kencang: Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Minggu–Senin, 8–9 Februari 2026
- Wilayah hujan sedang hingga lebat: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, seluruh Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Selatan.
- Wilayah hujan lebat hingga sangat lebat: Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Pegunungan.
- Wilayah angin kencang: Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem: La Nina hingga Bibit Siklon Tropis
Selain La Nina, monsun Asia juga masih aktif hingga awal Februari, disertai aliran udara dingin dari utara yang melintasi ekuator. Kondisi ini dapat memicu hujan dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
BMKG juga memantau dua bibit siklon tropis, yakni Bibit Siklon 94W di utara Papua dan Bibit Siklon 92S di Samudra Hindia barat daya Lampung. Bibit Siklon 94W berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat, sementara Bibit Siklon 92S berpotensi menimbulkan gelombang sedang.
Sejumlah gelombang atmosfer terpantau masih aktif dan berpotensi memicu hujan di berbagai wilayah Indonesia. “Selain itu, terdapat sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra Utara dan Australia bagian utara yang menyebabkan perlambatan dan pertemuan angin di sejumlah wilayah perairan,” ungkap BMKG dalam rilis resminya, Senin (2/2/2026).
Imbauan BMKG untuk Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk risiko bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata, diharapkan dilakukan dengan cermat.
“BMKG juga meminta masyarakat rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui kanal resmi BMKG,” ungkap BMKG. Lembaga ini juga menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) yang menyajikan informasi cuaca sepanjang jalur perjalanan.
“Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman resmi signature.bmkg.go.id/dwt dan akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan cuaca terkini,” pungkas mereka.
Informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca ini disampaikan melalui rilis resmi BMKG yang dirilis pada Senin, 2 Februari 2026.