Berita

BMKG Ungkap Potensi Gelombang Tinggi dan Banjir Rob, Imbau Pemudik Waspada di Perairan Indonesia

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi kenaikan tinggi gelombang laut serta banjir rob selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa kondisi ini diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada Maret hingga April 2026.

Potensi Gelombang Tinggi di Maret-April 2026

Faisal menjelaskan, pada bulan Maret 2026, gelombang dengan ketinggian sedang, yakni 1,25 hingga 2,5 meter, diprediksi akan terjadi di beberapa area. Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia bagian Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Pasifik Utara hingga Papua.

“Kami sampaikan juga untuk klimatologi tinggi gelombang bulan Maret dan April. Untuk bulan Maret, ini di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia bagian Banten hingga NTT, Pasifik Utara hingga Papua, ini yang diperkirakan gelombangnya sedang 1,25 sampai 2,5 meter,” ujar Faisal dalam rapat koordinasi persiapan arus mudik Lebaran 2026 di Gedung DPR RI, Rabu (11/3/2026).

Ia berharap potensi gelombang tinggi ini tidak terlalu berdampak signifikan pada proses penyeberangan di berbagai pelabuhan di Indonesia. Faisal menambahkan, tinggi gelombang diperkirakan akan menurun pada April 2026, meskipun potensi gelombang sedang masih dapat terjadi.

“Gelombang sedang ini itu di bagian yang Samudra Hindia bagian barat Aceh hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara,” ungkapnya.

Ancaman Banjir Rob Akibat Fenomena Astronomi

Selain gelombang laut, BMKG juga mengingatkan masyarakat akan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia selama Maret 2026. Menurut Faisal, potensi ini dipicu oleh dua fenomena astronomi.

Advertisement

Fenomena tersebut adalah bulan baru yang terjadi pada 19 Maret dan fenomena perigee pada 22 Maret. Perigee adalah kondisi ketika jarak bulan berada paling dekat dengan Bumi.

“Juga ada potensi banjir rob akibat adanya bulan baru pada tanggal 19 Maret serta fenomena perigee di mana jarak bulan terdekat dengan bumi tanggal 22 Maret. Ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga ada potensi banjir rob di daerah pesisir di Indonesia,” kata Faisal.

Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang. Untuk arus balik, puncaknya diperkirakan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret, serta gelombang kedua pada 28 dan 29 Maret.

“Untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret, lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret,” ujar AHY dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Informasi lengkap mengenai potensi gelombang tinggi dan banjir rob ini disampaikan melalui pernyataan resmi BMKG yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026.

Advertisement