Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan prakiraan ini dalam rapat koordinasi persiapan arus mudik Lebaran 2026 di Gedung DPR RI pada Rabu, 11 Maret 2026.
Prakiraan Cuaca Periode Maret-April 2026
Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca pada periode Maret hingga awal April 2026 umumnya berada pada kategori hujan menengah hingga tinggi. Faisal menjelaskan bahwa untuk bulan Maret, hujan umumnya diprediksi pada kategori menengah hingga tinggi.
“Sedangkan kita perlu mewaspadai tiga provinsi yang berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan,” ujar Faisal.
Secara lebih perinci, BMKG memprediksi kondisi cuaca pada periode 11-20 Maret dan 21-30 Maret didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, pada saat Lebaran sendiri, diperkirakan akan didominasi kondisi berawan hingga berpotensi hujan lebat.
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa pada April 2026, curah hujan di sejumlah wilayah masih akan berada pada kategori menengah hingga tinggi, meskipun secara bertahap mulai menurun. “Pada bulan April umumnya hujan diprediksi pada kategori menengah hingga tinggi. Jadi diperkirakan sampai dengan minggu ini, khusus untuk di Jawa, Bali, Nusa Tenggara itu masih cukup tinggi curah hujannya, dan memasuki minggu depan itu mulai menurun,” ungkapnya.
Dinamika Atmosfer Pemicu Curah Hujan Tinggi
Menurut Faisal, kondisi cuaca selama periode mudik dan libur Hari Raya dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang meningkatkan potensi curah hujan. Dinamika tersebut meliputi Monsun Asia yang mendatangkan curah hujan lebih banyak, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi tumbuhnya bibit siklon tropis khususnya di wilayah selatan Indonesia.
Jadwal Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada 14-15 Maret dan gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026.
“Untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret, lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret,” ujar AHY dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Adapun Idul Fitri tahun ini diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.
Komitmen BMKG untuk Pembaruan Informasi
Faisal menambahkan, BMKG akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca dan potensi dinamika atmosfer selama periode mudik dan libur Lebaran. Pembaruan ini diharapkan dapat menjadi acuan kesiapsiagaan bersama kementerian/lembaga dalam menjaga kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat.
Informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca ini disampaikan melalui pernyataan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026, serta diperkuat oleh keterangan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
